Ipat Mundur, Jabatan Wakil Bupati Kosong, Ini Kata Suardana

Persindonesia.com Jembrana – Kabar mundurnya I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) sebagai wakil bupati Jembrana yang merupakan kader partai Golkar Jembrana setelah menandatangani surat pengajuan pengunduran diri yang akan dikirim ke Mendagri menyebabkan kekosongan jabatan Wakil Bupati Jembrana. Ipat sendiri sebelumnya berpasangan dengan I Nengah Tamba yang didukung oleh partai koalisi.

Saat dikonfirmasi awak media via telepon, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Jembrana I Made Suardana mengatakan, dirinya tidak melihat kekosongan, melainkan runtutan dari mekanisme. “Kita sudah bahas jauh jauh hari, ini nuansanya bukan nuansa kekosongan meninggalkan jabatan, akan tetapi kalau saya lihat ini kekosongan meninggalkan jabatan untuk melangkah lebih maju,” ungkapnya. Rabu (31/7/2024)

Sebelumnya, lanjut Suardana, surat pengunduran diri Wakil Bupati Jembrana menurut Suardana sudah dibahas sebelumnya dalam rapat. “Saat rapat beliau berkeinginan mengundurkan diri untuk memberi jabatan kepada yang lain tapi harus ada mekanisme,” ucapnya.

Jembrana 26 Kali Dilanda Kebakaran dalam 7 Bulan, Kerugian Capai Puluhan Miliar

Suardana mengaku, pengunduran diri Wakil Bupati Jembrana belum dibahas di kabupaten sama halnya dengan di provinsi belum ada pembahasan. “Kita ada mekanisme partai, kalau ada keinginan individu anggota partai itu dipersilahkan apa pun bisa dilakukan, mau mundur dari anggota, mundur dari DPR atau jabatan lain itu haknya sendiri, tinggal mekanismenya baru melalui organisasi. Kalau berbicara mekanisme, itu keputusan induk partai untuk mengambil keputusan,” terangnya.

Disinggung terkait rekomendasi dari DPP Golkar pusat, Suardana mengaku, sampai saat ini survey sudah selesai, tapi masih menginput hasil survey dan akan dibahas hasilnya di DPP. “Setelah keluar surat rekomendasi baru disampaikan kepada kandidat-kandidat atau induk partai di tingkat provinsi,” jelasnya.

Suardana juga menjelaskan, terkait koalisi masih mengikuti arahan dari provinsi, ia mengungkapkan Koalisi Indonesia Maju di provinsi masih berjalan. “KIM memang berjalan dengan koalisi bersama, ada yang masih solid, ada yang melihat peluang, akan tetapi belum ada keputusan rekomendasi dari pusat, Pusat juga sudah memberikan informasi kepada kader yang lebih berpeluang kita pasti dukung. Intinya kita melihat peluang,” ujarnya.

Polisi Bubarkan Belasan Remaja Yang Hendak Tawuran Di Cakung Jakarta Timur

Ia berharap di Jembrana KIM tetap berjalan dan solid biar pun belum ada keputusan dari pusat. “Saya berharap masih berjalan dengan KIM, karena kita tetap masih terproses, di sana belum ada keputusan dari partai mana pun,” pungkasnya. dar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *