Surabaya, Persindonesia.com,- Kegiatan sosialisasi Putra Putri Lingkungan Hidup SDN Sidotopo Wetan V Surabaya (Pangput Lh) 2024 yang diadakan di SMPN 58 Surabaya, cukup besar menarik minat para siswa.
Terlebih para guru dan juga peran orang tua yang sangat mendukung di adakannya program ini.
Diharapkan untuk kedepannya para generasi penerus ini dapat mengaplikasikan pada kehidupan sehari-hari guna menjaga kekelestarian lingkungan sekitar, yang bisa di mulai dari lingkungan rumah dulu dalam cakupan kecilnya.
Kegiatan yang di adakan selama dua hari, pada hari Jumat dan Sabtu, tanggal 2-3 Agustus 2024 ini sangatlah penting untuk pembelajaran bagaimana cara mengelola limbah rumah tangga bisa menjadi bermanfaat bagi tumbuhan. Mulai dari memanfaatkan cangkang telur sebagai alternatif pupuk organik, pupuk cair pencucian beras “air leri” juga baik untuk pertumbuhan tanaman, dan tak lupa prosesi penyerahan bibit bunga Telang kepada Kepala Sekolah dan peserta didik SMPN 58 Surabaya.
Pada hari Sabtu, 3 Agustus 2024 bertempat di Mangrove Tambak Wedi Surabaya diadakan kerjabakti yang diikuti Kepala SDN Sidotopo Wetan, para guru dan karyawan, 3 Peserta Pangput LH, dan peserta didik kelas V, VI SDN Sidotopo Wetan V yang berjumlah 40 peserta.
“Saya Ramadany Puspita Sari, S.Pd selaku guru pendamping Pangput LH 2024 sangatlah kagum karena antusias para peserta didik yang sangat tinggi demi terlaksananya program ini. Dengan menggunakan alat seadanya, baju olah raga, dan juga dimulai persiapannya jam 06.00 hingga selesai.” jelas guru pendamping Ramadany Puspita Sari, S.Pd.
Lebih lanjut, Guru pendamping Ramadany menambahkan, tak lupa sarung tangan pun digunakan untuk menghindari terlukanya jari dari pecahan botol dan kulit kerang yang tajam, mengambil sampah plastik juga daun kering.
Tujuan pendampingan ini guna memberikan edukasi kepada para peserta didik menjaga kebersihan lingkungan hingga pengolahan limbah rumah tangga menjadi suatu hal yang sangat berguna pada tanaman sekitar.
Kerap kali kurangnya pengetahuan juga dapat menimbulkan kerugian yang besar pada kehidupan nantinya, kurangnya penghijauan bisa mempengaruhi kebersihan udara yang di butuhkan manusia, manakala beberapa waktu lalu terdapat permasalahan sulitnya ketersediaan udara bersih yang di akibatkan polusi udara sangat tinggi dan seperti yang sudah terjadi perihal pembalakan hutan secara liar juga bisa berdampak besar bagi ekosistim di bumi.
Dengan di adakannya aksi pembersihan mangrove diharapkan para warga dapat lebih menjaga kebersihan dan membiasakan membuang sampah pada tempatnya. (Red-sam/timsby)






