Isu Megathrust 9.0 Guncang Bali, Jembrana Tingkatkan Kesiapsiagaan

Persindonesia.com Jembrana – Rumor yang dikeluarkan BMKG terkait adanya isu megathrust dengan kekuatan 9.0 Magnitudo yang berpotensi memicu terjadinya tsunami yang melanda Pulau Bali khususnya disebut melanda Kabupaten Jembrana disikapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa megathrust. Mengingat letak geografis Bali yang berada di Ring of Fire, risiko gempa bumi selalu mengintai.

“Meskipun potensi gempa megathrust ada, masyarakat tidak perlu panik. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Kita harus siap menghadapi bencana yang bisa terjadi kapan saja,” ujarnya, Selasa (20/8/2024).

97% Rampung, PUN Jembrana Siap Jadi Pusat Niaga dan Wisata Baru

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD Jembrana telah menyiagakan posko-posko di 23 desa pesisir yang berpotensi terdampak tsunami. Selain itu, alat deteksi tsunami, life jacket, dan jalur evakuasi juga telah disiapkan.

“Kami telah memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat di setiap desa, khususnya terkait cara evakuasi yang benar. Simulasi bencana juga akan terus dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” tambahnya.

Agus Artana menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyusun rencana kontijensi bencana tsunami yang tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2024. Rencana ini mencakup pemetaan wilayah rawan bencana, penetapan jalur evakuasi, dan titik kumpul.

Penemuan Mayat Mengambang di Pantai Lepang Takmung Gegerkan Warga

“Masyarakat diharapkan dapat mempelajari dan memahami rencana kontijensi ini agar dapat bertindak cepat saat terjadi bencana,” tegasnya.

BPBD Jembrana terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana. Melalui berbagai program sosialisasi dan pelatihan, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi ancaman gempa dan tsunami.

“Mitigasi bencana adalah kunci untuk mengurangi resiko kerugian akibat bencana. Dengan mempersiapkan diri dengan baik, kita dapat meminimalisir dampak negatif dari bencana,” pungkasnya. Dar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *