BBPOM di Denpasar Gelar Gatring Bersama Media Dukung Obat dan Makanan Aman dan Bermutu

Kepala Balai Besar POM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni

Denpasar Bali – Media sebagai salah satu garda dalam pemberi informasi kepada publik, perlu dilibatkan dalam mendukung upaya antisipasi ataupun memutus mata rantai peredaran Obat dan Makanan ilegal Tanpa Izin Edar, Mengandung Bahan Berbahaya / Bahan Kimia Obat, Palsu. BB(Balai Besar)POM di Denpasar Gelar Media Gathering pada Jumat 20 Desember 2024 di Aula Gedung BBPOM di Denpasar Bali, kawasan Renon Denpasar.

Gatring dengan puluhan awak media dan Pimpinan Redaksi ini dalam rangka meningkatkan pemahaman dan peran aktif media dalam mensosialisasikan tugas dan peran BBPOM.

Sebagai Unit Penyelenggara Pelayanan Publik yang telah melaksanakan Reformasi Birokrasi melalui pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) sejak tahun 2017.

Berbagai perubahan dan inovasi telah dilakukan di 6 (enam) area perubahan yaitu Manajemen Perubahan, Tata Laksana, SDM, Pengawasan, Akuntabilitas dan Pelayanan Publik dibawah binaan Inspektorat Utama Badan POM.

Pada tahun 2019 BBPOM di Denpasar telah berhasil meraih predikat WBK dari Kementerian PANRB. Pembangunan Zona Integritas ini secara konsisten terus dilaksanakan dengan inovasi-inovasi baru sebanyak empat puluh (40) inovasi dengan 3 inovasi unggulan yaitu BABE AMIN (Pangan Bali Bebas Rhodamin), SI PROTON (inovasi Sistem Pelaporan Progresif, Timeline, Penyimpanan Database On Line) dan GEBYAR UMKM Bali (Gerakan Bersama Pelayanan Izin Edar untuk UMKM Obat dan makanan di Bali).

Salah satu dari 3 inovasi tersebut yaitu SI PROTON berhasil meraih predikat 8 TOP Inovasi Pelayanan Publik Badan POM tahun 202. Pada bulan Nopember kembali Kementerian PANRB melakukan penilaian pembangunan Zi menuju WBBM di Balai Besar POM di Denpasar dan berhasil lolos mendapat predikat WBBM, pada tanggal 11 Desember 2024 Piagam Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini kepada Balai Besar POM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni di hotel Bidakara Jakarta.

Menurut Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni didepan awal media ; Predikat WBBM ini memberi pesan tanggung jawab kepada seluruh pegawai BBPOM di Denpasar untuk secara konsisten meningkatan kualitas pelayanan publik tetap prima dan berintegritas tinggi tanpa suap, korupsi, pungli dan gratifikasi serta tetap menjadi instansi yang akuntabel, bersih dan melayani Dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat dari produk pangan yang tidak memenuhi syarat, secara rutin Balai Besar POM di Denpasar melaksanakan intensifikasi pengawasan pangan menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru, terang I Gusti Ayu Adi Aryapatni.

Lebih lanjut diungkapkan , Pengawasan intensif telah dilaksanakan mulai tgl 28 Nopember s/d 1 Januari 2025. Pengawasan difokuskan terhadap produk pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE), kedaluwarsa dan rusak (seperti kemasan penyok, kaleng berkarat, dll) di sarana peredaran pangan (importir/distributor, toko, grosir, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, para pembuat dan atau penjual parcel).
Pengawasan ini dilakukan di seluruh kabupaten/kota wilayah kerja oleh petugas BBPOM DI Denpasar bersama dengan petugas lintas sektor terkait (Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kabupaten/Kota setempat), demikian.

Terkait Pengawasan, sampai dengan 18 Desember 2024 telah dilakukan pengawasan terhadap 37 sarana distribusi dengan hasil 30 sarana (81,08%) memenuhi ketentuan dan 7 sarana (18,92%) tidak memenuhi ketentuan, dengan jumlah temuan sebanyak 30 item (617 tanpa kemasan) terdiri dari 9 item, 200 kemasan (32,4%) produk kedaluwarsa dan 21 item, 417 tanpa kemasan (67,6%) produk pangan TIE dengan total nilai ekonomi Rp 28.801.273.

Dalam pengawasan tersebut ini tidak terdapat temuan pada parcel dan tidak ditemukan produk pangan olahan dengan kemasan rusak.

Bila dibandingkan temuan pengawasan tahun sebelumnya terdapat penurunan sarana yang tidak memenuhi ketentuan dari 23,7% menjadi 18,9%. Untuk temuan produk TIE juga terjadi penurunan dari 72,3% menjadi 67,6%, namun terjadi peningkatan jumlah produk kedaluwarsa dari 20,3% menjadi 32,4%.

Dalam acara gatring tersebut juga diberikan reward kepada media- media yang telah berdedikasi tinggi kepada BB POM di Denpasar, diakhiri dengan makan siang dan foto bersama.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *