Badung, Bali – Masalah sampah kiriman yang menumpuk di Pantai Kuta mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat. Empat Menteri Kabinet Merah Putih langsung turun ke lapangan untuk ikut dalam aksi bersih-bersih sampah pada Sabtu (4/1/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Penjabat Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan pemerintah pusat dalam menangani permasalahan sampah di Bali. “Saya sangat mengapresiasi kehadiran Bapak dan Ibu Menteri. Kehadiran mereka memberikan semangat baru untuk menyelesaikan persoalan sampah di Pulau Dewata secara menyeluruh,” ujar Mahendra Jaya.
Mahendra menjelaskan bahwa tumpukan sampah di Pantai Kuta merupakan fenomena musiman yang disebabkan oleh arus laut dari luar Bali, terutama dari Pulau Jawa, selama musim angin barat Oktober hingga Maret. Ia juga menegaskan pentingnya pendekatan berbasis sumber untuk menangani sampah. “Kami mendorong pengelolaan sampah mulai dari skala rumah tangga hingga tingkat desa, seperti yang sudah berhasil dilakukan beberapa desa di Bali,” tambahnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti dampak buruk sampah terhadap lingkungan dan sektor pangan. “Kalau dibiarkan, sampah di laut bisa melebihi jumlah ikan, yang tentu akan berdampak pada perikanan kita,” tegasnya. Ia juga menyerukan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan data peningkatan volume sampah kiriman di Bali. “Pada periode 2024-2025, jumlah sampah diperkirakan lebih tinggi dibandingkan 2020-2021 yang mencapai 6.000 ton. Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk menangani masalah ini secara konkret,” ujarnya.

Sebanyak 2.115 peserta, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, pelajar, mahasiswa, komunitas, tenaga kebersihan, dan LSM, turut berpartisipasi dalam aksi ini meskipun sempat diguyur hujan. Acara ini juga menjadi momen penandatanganan MoU antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pendidikan Dasar untuk mengintegrasikan edukasi pengelolaan sampah dalam kurikulum sekolah.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan langkah-langkah konkret ini dapat menjaga keindahan alam Bali dan mendukung pariwisata yang berkelanjutan.*






