Tragedi PMI Jadi Pelajaran, Jembrana Perketat Pengawasan dan Sosialisasi

Persindonesia.com Jembrana – Untuk mengantisipasi permasalahan yang dihadapi PMI di luar negeri, terlebih proses pemulangan jenazah saat meninggal dunia, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerprin) akan mengintensifkan kembali sosialisasi ke setiap desa, terkait prosedur Pekerja Migran Indonesia (PMI) sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan Produktivitas, dan Transmigrasi Disnakerprin Jembrana, I Putu Agus Arimbawa mengatakan, di tahun 2025, pihaknya akan lebih mengintensifkan lagi, sosialisasi ke setiap desa, terutama dari kantong-kantong PMI yang ada di Jembrana. “Permasalahan PMI di luar negeri kami akan lebih intens lagi sosialisasi ke desa-desa,” terangnya, Selasa (21/1/2025).

Ia mengaku, pihaknya sebelumnya di tahun 2024 telah akan bekerjasama dengan instansi terkait serta aparat desa, sudah melakukan sosialisasi di lima kecamatan. “Sosialisasi tersebut untuk mengedukasi para calon PMI yang akan bekerja ke luar negeri, supaya melalui prosedur yang benar dan sesuai dengan aturan perundang-undangan,” jelasnya.

Agus juga mengaku, akan memberikan testimoni para PMI yang sudah punya pengalaman, sebagai bentuk pemahaman kepada para calon PMI, yang akan berangkat bekerja, agar berusaha berangkat secara prosedural, sesuai dengan yang diamanatkan undang-undang.

27 Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Jembrana

“Jadi ketika terjadi permasalahan, semua bisa ditangani dengan baik, tanpa harus menunggu daripada donasi donasi untuk pemulangan. Jadi kalau sudah prosedural semua bisa tercover dengan baik,” jelasnya.

Disinggung terkait proses pemulangan dua jenazah PMI yang meninggal di Jepang dan di Amerika Serikat, Agus mengaku, hingga saat ini masih dalam proses pemulangan. “PMI yang Amerika kemungkinan lebih dulu tiba. Brafax awal sudah kami terima dari KJRI Chicago. Nunggu Brafax kedua lanjut Airway Bil, jenazah bisa diberangkatkan,” ucapnya.

Menurut data dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali, jumlah PMI asal Jembrana yang tercatat saat ini sebanyak 937 orang. Dengan rincian laki-laki sebanyak 463 dan perempuan 474 orang. Dalam kurun waktu sejak awal 2024 lalu hingga saat ini tercatat 8 orang PMI meninggal dunia.

Diketahui sebelumnya, PMI yang meninggal dunia di Amerika Serikat bernama I Made Arya Budiharta 41 tahun warga Lingkungan Sawe, Kelurahan Dauh Waru, Kecamatan Jembrana. Arya dikabarkan meninggal karena kanker ganas dan meninggal pada Sabtu (11/1/2025) pukul 20.41 waktu. Arya bekerja di sebuah restoran di Bourbonnais, Illinois, Amerika Serikat (AS).

Denpasar Berduka, Longsor Renggut Lima Nyawa

Sedangkan PMI yang meninggal di Jepang bernama I Komang Sudiarna 50 tahun asal Lingkungan Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo. Sudiarna meninggal karena kecelakaan saat bekerja di kandang babi. Dari kedua pihak keluarga sampai saat ini masih menunggu kedatangan jenazah untuk disemayamkan di rumah duka sesuai adat dan tradisinya masing-masing.  TS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *