Kunjungan ini mencakup Perumahan Taman Wira Lovina di Kecamatan Sukasada serta Desa Banjar Asem di Kecamatan Seririt. Menteri PKP meninjau langsung fasilitas yang tersedia dan memastikan program ini berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin memastikan rumah subsidi yang diberikan benar-benar layak huni. Saya sudah mengecek fasilitas MCK dan saluran airnya, sebagian sudah baik, namun ada beberapa yang masih perlu diperbaiki,” ujar Maruarar Sirait.
Selain memastikan kualitas rumah, Menteri PKP juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan pembangunan dan kelestarian lingkungan, khususnya dalam hal penggunaan lahan pertanian. “Lahan produktif tidak boleh dialihfungsikan untuk perumahan karena kita harus menjaga ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Di Desa Banjar Asem, Maruarar meninjau program BSPS yang memberikan bantuan Rp20 juta per rumah untuk bahan bangunan dan upah tukang. Ia menegaskan bahwa program ini harus tepat sasaran dan bebas dari pungutan liar agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa merasakan manfaatnya.
Pj. Gubernur Bali Mahendra Jaya berharap program ini dapat membantu masyarakat miskin ekstrem di Bali, terutama mereka yang masih tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). “Kami memiliki data akurat yang dapat membantu kementerian dalam menyalurkan bantuan secara tepat,” katanya.
Selain meninjau proyek perumahan, rombongan juga mengunjungi Bandara Letkol Wisnu di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, untuk melihat perkembangan infrastruktur transportasi di wilayah Buleleng.
Turut hadir dalam kunjungan ini Pj. Bupati Buleleng I Ketut Lihadnyana, Kepala Dinas PUPRPKP Provinsi Bali Nusakti Yasa Wedha, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta.
Editor : krg