Badung (persindonesia.com) – Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, menjadi saksi pentingnya sebuah acara sakral yang digelar pada Rahina Kajeng Kliwon Wuku Landep, Senin (17/2). Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, hadir untuk merayakan dan mendukung Karya Ngenteg Linggih Pura Agung Banjar Sedahan, yang telah memasuki tahap penting dalam pembangunan.
Pembangunan Pura Agung Banjar Sedahan dan Ngodak Tapakan ini mendapatkan bantuan dana dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) pada anggaran induk tahun 2024, senilai Rp 968 juta. Selain itu, krama (warga) setempat juga memberikan kontribusi melalui dana swadaya, menunjukkan semangat gotong royong dalam menjaga dan mengembangkan tempat ibadah mereka.
Pada acara tersebut, turut hadir sejumlah tokoh penting, termasuk anggota DPRD Badung I Made Rai Wirata, Camat Mengwi beserta jajaran Tripika, Perbekel Desa Gulingan, Bendesa Adat Gulingan, Kelian Adat, dan berbagai tokoh masyarakat lainnya, yang bersama-sama mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Suiasa mengucapkan terima kasih kepada seluruh krama yang telah melaksanakan swadharma utama dalam pembangunan yadnya di Pura Agung. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Badung, kami merasa bangga dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berhasil melaksanakan yadnya utama. Semoga melalui karya ini, kita semua diberikan kerahayuan dan keselamatan,” ujarnya, berharap agar setiap tahapan karya berjalan lancar dan sesuai dengan harapan masyarakat.
Wayan Darmaja, ketua panitia Karya Ngenteg Linggih, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas bantuan dana BKK yang mendukung kelancaran proses pembangunan pura. Diketahui, rangkaian kegiatan karya dimulai pada 23 Januari 2025, dengan nuansa karya yang penuh khidmat. Pada 17 Februari 2025, acara melaspas dan mendem pedagingan dilaksanakan, sementara puncak karya dijadwalkan pada 22 Februari 2025, yang akan dipuput oleh Ida Pedanda Nabe Griya Sidemen dan Ida Pedanda Griya Pradnya Gulingan.
Karya Ngenteg Linggih ini menjadi momentum penting bagi krama Desa Gulingan dalam menjaga kelestarian budaya dan tradisi, sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan ajaran-ajaran keagamaan.*






