Bang Ipat Optimis, Jembrana Bangkit Dengan Segala Keterbatasan Pasca Efisiensi

Persindonesia.com Jembrana – Mengawali kepemimpinan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna dihadapkan dengan tantangan kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran dari pusat, Kabupaten yang paling barat dan termiskin di Bali hanya mengandalkan pertanian ini akibat dampak dari efisiensi menyebabkan pembangunan infrastruktur jalan, irigasi dan lainnya terganggu.

Akan tetapi Kembang tetap optimis dengan memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mencari bantuan keuangan, dan melakukan efisiensi internal. Prioritas utama adalah menjalankan program unggulan, termasuk dana talangan tanpa bunga untuk pekerja migran dan pengadaan mobil pikap untuk desa, serta penyediaan mobil pengantar pasien dan rumah singgah.

Diduga Sakit Jantung, Sopir Truk Ditemukan Meninggal di Atas KMP Pancar Indah

Usai serah terima jabatan di Kantor DPRD Jembrana Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, pengurangan anggaran menyebabkan terganggunya pembangunan infrastruktur jalan di Jembrana. Selain itu, dana alokasi khusus (DAK) untuk irigasi serta dana urusan Sumber Daya Air (DU SG) juga hilang. “Situasi ini tidak mudah dari sisi pendapatan. Di sisi lain, kami memiliki visi-misi serta berbagai janji bantuan kepada masyarakat yang harus direalisasikan,” ujarnya, Sabtu (01/03/2025).

Meski demikian, pihaknya tetap optimistis. Pemerintah daerah akan berupaya memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) serta mencari peluang bantuan keuangan dari pemerintah provinsi dan kabupaten lain di Bali. “Kami juga akan menggali potensi-potensi pendapatan baru yang selama ini belum tergarap secara optimal,” tambahnya.

Pemkot Tangerang Temukan Tujuh Kasus Suspek Leptospirosis, Warga Diimbau Tingkatkan Kebersihan

Sebagai langkah strategis, pihaknya akan melakukan reorganisasi dengan menggabungkan empat hingga lima dinas guna efisiensi. Selain itu, penghematan perjalanan dinas juga diterapkan sesuai arahan Presiden, termasuk mengurangi hibah serta kegiatan yang dinilai kurang prioritas. “Efisiensi ini bertujuan agar anggaran lebih difokuskan kepada kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Kembang menegaskan, beberapa program unggulan akan tetap dijalankan sebelum 100 hari masa kepemimpinan. “Dari 24 program yang telah dirancang, salah satu yang menjadi prioritas adalah pemberian dana talangan tanpa bunga dan tanpa jaminan bagi masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri. Pemerintah akan mensubsidi salah satu bank untuk memfasilitasi pinjaman tersebut,” terangnya.

Diindikasi Lakukan Pemerasan, Kejati Bali Panggil Sejumlah Pejabat di Bangli

Selain itu, tambah Kembang, dalam periode pertama kepemimpinan, pihaknya menargetkan pengadaan 70 unit mobil pikap untuk desa adat dan desa dinas. Program lain yang menjadi perhatian adalah penyediaan mobil pengantar pasien rawat jalan serta pembangunan rumah singgah bagi warga Jembrana yang membutuhkan tempat tinggal sementara saat menunggu pasien di rumah sakit. “Kami sudah meninjau lokasi rumah singgah agar warga tidak lagi menunggu pasien di lorong rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna menambahkan, terkait efisiensi, dirinya telah meninjau beberapa titik aset daerah, seperti sirkuit, rumah coklat, dan sentra tenun, untuk mencari sumber-sumber PAD yang potensial.”Kami juga akan mengevaluasi pengeluaran yang bisa lebih efisien. Saat ini, beban terhadap aset-aset tersebut masih cukup tinggi, sehingga perlu langkah-langkah strategis agar lebih optimal,” ujarnya.

Selain itu, sektor parkir juga menjadi perhatian. Menurutnya, beberapa titik parkir masih belum dikelola dengan baik akibat berkurangnya petugas setelah pengurangan tenaga non-ASN. Ia mempertimbangkan kemungkinan menyerahkan pengelolaan aset-aset tersebut kepada pihak ketiga agar lebih efektif. “Kami juga berencana menata kawasan Pura Persinggahan di Rambutsiwi. Area parkir akan diperluas ke bagian belakang agar tidak mengganggu jalur nasional,” tambahnya.

Dinilai Anti Kritik dan Bungkam, Mahasiswa Merangsek Masuk Ke Gedung Wali Kota Tangerang

Sebagai langkah efisiensi, Pemkab Jembrana juga akan mengurangi penggunaan listrik di kantor-kantor pemerintahan. Penerangan di malam hari akan dibatasi hanya di titik-titik yang benar-benar diperlukan. “Kebijakan ini bertujuan untuk menghemat anggaran, sehingga ada tambahan PAD yang bisa dialokasikan bagi program-program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. TS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *