Persindonesia.com Jembrana – Beberapa waktu lalu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jembrana merekomendasikan agar keuangan Rumah Sakit Umum (RSU) Negara segera diaudit.
Rekomendasi ini muncul setelah Komisi III DPRD Jembrana menemukan adanya hutang pembelian obat rumah sakit kepada perusahaan farmasi yang mencapai sekitar Rp 25 miliar dalam inspeksi mendadak yang dilakukan beberapa waktu lalu.
Menanggapi temuan tersebut, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan usai serah terima jabatan di Kantor DPRD Jembrana mengatakan akan segera mengambil langkah untuk menelusuri akar masalahnya.
Bang Ipat Optimis, Jembrana Bangkit Dengan Segala Keterbatasan Pasca Efisiensi
“Mengenai hutang rumah sakit yang saya dengar telah mencapai kurang lebih Rp 30 miliar, nanti kita coba urai terlebih dahulu,” jelasnya, Sabtu (01/03/2025).
Kembang juga mengatakan dirinya akan berkantor selama 2 atau 3 minggu di RSU Negara Saya berencana berkantor di sana barang dua hingga tiga minggu untuk memantau langsung.
Dirinya ingin mengetahui letak permasalahan sehingga RSU Negara sampai berhutang. “Saya ingin mengetahui di mana letak permasalahannya, apakah ada faktor SDM, konspirasi, atau kesengajaan, kita tidak boleh berandai-andai kita akan cek persoalannya dimana,” ucapnya.
Pihak Ketiga Siap Danai, Koster Bangun PKB Klungkung 2025!
Ia menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang. “Ke depan, rumah sakit tidak boleh lagi memiliki hutang yang menumpuk, kehabisan obat, atau mengalami penurunan layanan kesehatan,” tambahnya. TS






