Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Ultimatum Camat Surabaya

SURABAYA, Persindonesia.com,- Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, kembali menggebrak. Dalam pertemuan dengan seluruh camat di Balai Kota pada hari Sabtu,15/3/2025. Eri tak ingin mendengar ada camat yang hanya menunggu perintah. Ia meminta setiap camat memiliki sistem pengaduan yang jelas dan mampu memilah laporan yang masuk. Ia menyampaikan ultimatum tegas: selesaikan masalah warga atau mundur dari jabatan.

Cak Eri berharap Tak ada lagi alasan, laporan mandek di meja. Camat harus turun ke lapangan. Kalau masih ada warga yang mengadu langsung ke wali kota, artinya ada yang salah di tingkat kecamatan.

“Kalau saya atau wakil walikota yang turun langsung, itu kegagalan camat. Kalau warga lebih percaya ke saya ketimbang camatnya, berarti dia tidak bekerja dengan baik,” ujar Eri dengan nada tegas.

Ia menuntut para camat untuk lebih dari sekadar mendata persoalan. Ada angka kemiskinan, pengangguran, balita stunting, hingga warga produktif yang belum bekerja. Semua itu bukan sekadar statistik, tapi harus diterjemahkan menjadi solusi nyata.

“Bukan cuma tahu angka, tapi cari solusi. Yang nganggur dibantu cari kerja, yang butuh bantuan segera dibantu. Jangan tunggu instruksi!” katanya.

Kos-Kosan Liar dan Ekonomi Warga

Selain urusan sosial, Cak Eri juga menyoroti maraknya rumah kos tak terdata. Banyak pemilik kos yang membiarkan penghuninya tanpa pengawasan, berpotensi menimbulkan masalah sosial.

“Camat harus pastikan setiap kos terdaftar. Kalau ada masalah, bagaimana kita melacak kalau penghuninya saja tidak tercatat?” katanya.

Bekerja atau Mundur!

Eri menegaskan, menjadi camat bukan soal jabatan, tapi soal kerja nyata. Ia meminta setiap kecamatan memiliki sistem pengaduan yang jelas dan selektif.

“Kalau soal urusan rumah tangga, jangan ikut campur. Tapi kalau ada warga kesulitan ekonomi, jangan tutup mata!” katanya.

Di akhir arahannya, Eri meminta seluruh camat bersumpah untuk melayani warga Surabaya sepenuh hati.

“Kalau merasa tidak mampu, silakan mundur. Saya butuh pemimpin yang siap bekerja, bukan yang cuma duduk di kantor,” pungkasnya. (Redaksi/sam/timsby)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *