Perlombaan ogoh-ogoh kali ini memperebutkan posisi dari Juara I hingga Harapan III. Juara I diraih oleh Kukang Siwa dari Banjar Uma Anyar, Desa Adat Penarungan, yang berhak mendapatkan dana motivasi sebesar Rp50 juta. Juara II ditempati oleh Tatwaning Kali Sangara dari Banjar Bualu dengan dana motivasi Rp45 juta, dan Juara III diraih oleh Tantu Pagelaran dari Banjar Tengah Tegal Darmasaba dengan dana motivasi Rp40 juta. Untuk kategori Harapan I, Wit Ning Sang Ksatria dari Banjar Tegal Kuta mendapatkan dana motivasi Rp35 juta; Harapan II, Aji Saka dari Banjar Seminyak Kangin, memperoleh Rp30 juta; dan Harapan III, Lipyakara dari Banjar Kauh Pecatu, menerima Rp25 juta. Sebagai tambahan, Wabup Bagus Alit Sucipta memberikan dana motivasi tambahan sebesar Rp12 juta untuk Juara I, Rp10 juta untuk Juara II, Rp7,5 juta untuk Juara III, serta masing-masing Rp5 juta untuk Harapan I, II, dan III.
Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi terhadap kreativitas seni yang ditampilkan oleh para peserta. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat dan keterampilan mereka dalam berbagai bentuk seni, termasuk tarian, gamelan, dan pembuatan ogoh-ogoh. Beliau juga menyoroti tiga kriteria utama dalam penilaian lomba, yaitu keseragaman dan tingkat kesulitan koreografi, fragmen seni yang ditampilkan, serta kualitas gamelan yang dimainkan. Wabup menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus mendukung dan meningkatkan kreativitas generasi muda, dengan rencana peningkatan dana motivasi pada tahun berikutnya.
Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong pelestarian seni dan budaya Bali, serta meningkatkan kualitas dan kreativitas seni di Kabupaten Badung.
Sumber: Humas Badung






