Menteri LH bersama Bupati Badung Kunjungi Pengelolaan STO Tuban, Dapat Dukungan Pemerintah Pusat

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq didampingi Bupati Adi Arnawa saat meninjau lokasi Stop Over (STO) sampah, di Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Badung, Senin (24/3).

BADUNG persindonesia – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, melakukan kunjungan ke lokasi Stop Over (STO) sampah di Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Badung, pada Senin (24/3). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau upaya penanganan sampah yang terus menjadi prioritas utama pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati Adi Arnawa.

Dalam sambutannya, Menteri Hanif mengungkapkan pentingnya upaya penanggulangan sampah di kawasan pariwisata Badung. “Badung adalah salah satu destinasi wisata dunia, sehingga masalah sampah, terutama sampah kiriman dari laut, harus ditangani dengan serius. Salah satu langkah mitigasi yang kami dorong adalah dengan memperluas keberadaan STO sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan pariwisata,” katanya.

Pengembangan STO, yang merupakan fasilitas untuk mengelola sampah, diharapkan dapat mendukung penerapan konsep waste-to-energy (mengubah sampah menjadi energi). Menteri Hanif menyatakan bahwa langkah ini tidak hanya akan membantu mengatasi masalah sampah, tetapi juga mendukung keberlanjutan energi di masa depan.

Selanjutnya, Menteri Hanif memastikan bahwa pengembangan STO ini akan dibahas dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Kehutanan untuk memperoleh dukungan lebih lanjut. Setelah ada kesepakatan, teknis penanganan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung, dengan pengawasan langsung oleh Presiden.

Bupati Adi Arnawa juga menekankan bahwa pemerintah kabupaten Badung akan berusaha memperluas area pengelolaan sampah. “Kami sedang berupaya untuk mendapatkan izin penggunaan lahan tambahan dari pemerintah pusat, karena luas lahan yang ada saat ini terbatas,” kata Bupati Badung. Ia berharap izin tersebut segera terbit agar Badung bisa memiliki fasilitas pengolahan sampah yang lebih representatif untuk kawasan pariwisata.

Pengelolaan sampah di Badung, kata Bupati Adi Arnawa, akan menggunakan teknologi terbaru, termasuk sistem yang dapat mengurangi bau tidak sedap, sehingga tetap ramah lingkungan. Dukungan dari pemerintah pusat dalam hal ini sangat penting untuk mewujudkan visi Badung sebagai kawasan wisata yang bersih dan berkelanjutan.

Dengan luas lahan sekitar 2 hektar, Bupati Badung optimis bahwa upaya ini akan membawa perubahan signifikan dalam penanganan sampah di kawasan wisata, dan mendukung pengelolaan sampah yang lebih efisien di Badung Selatan.

@*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *