Jembatan Bambu di Yehemabng Kauh Ambruk Lagi, 15 Warga Terisolasi

Persindonesia.com Jembrana – Jembatan bambu diatas yang dibangun tiga tahun silam tepatnya pada tahun 2022 yang menghubungkan permukiman warga di Banjar Sekar Kejula Kelod, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana roboh awal pekan lalu dan kembali mengisolasi 15 KK Banjar Sekar Kejula Kelod.

Saat dikonfirmasi Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat melakukan asesmen ke lokasi jembatan bambu tersebut mengatakan, kejadian ini merupakan kali kedua terjadi, setelah pada Oktober 2022 lalu.

Wakil Gubernur Giri Prasta Hadiri Upacara Tawur Balik Sumpah di Pura Desa Wanasari, Tabanan

“Jembatan ini juga saat itu jebol disapu banjir, namun saat itu warga sempat kembali memperbaiki jembatan tersebut dan kembali roboh pada hari Senin, 01 April 2025 dikarenakan material jembatan sudah lapuk,” ungkapnya, Jumat (4/4/2025).

Ia mengaku, saat ini dalam kondisi jembatan yang roboh, warga masih bisa melintas lantaran air sungai dalam keadaan kecil. “Saat air sungai besar masyarakat terisolasi tidak bisa menyeberangi sungai. Yang menjadi kekhawatiran masyarakat disaat air sungai besar ada anak-anak mereka yang harus masuk sekolah dan saat ada emergency seperti warga yg sakit harus segera diantar ke RS,” terangnya.

Lonjakan Arus Balik di Pelabuhan Gilimanuk Capai 43 Ribu Penumpang

Menurut informasi dari kepala dinas setempat, lanjut Artana, masyarakat yang terisolasi sebanyak 15 KK, sesuai dengan hasil koordinasi dengan masyarakat, aparat desa sudah berusaha meminta bantuan dari pihak-pihak terkait, namun sampai saat ini belum bisa terealisasi. “Mereka sudah pernah meminta bantuan ke instansi terkait, akan tetapi sampai saat ini belum terealisasi,” jelasnya.

Untuk meringankan beban masyarakat, pihaknya menyerahkan bantuan kepada warga yang yang terisolasi sebanyak 15 KK, di Banjar Sekar Kejula Kelod berupa paket sembako 15 paket, matras BNPB 30 buah, paket kebersihan 15 paket. “Kami berharap bantuan ini dapat sedikit membantu meringankan beban masyarakat yang terisolasi serta sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” ucapnya. TS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *