PersIndonesia.Com,Bangli- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Kota Bangli berbagai persiapan sudah mulai dilaksanakan. Dan suasana di Alun Alun kota Bangli pun mulai berubah dengan kehadiran hiasan-hiasan yang menambah temaram dari hari- hari biasa. Selain itu tampak stand stand di kawasan selatan dan timur alun alun Bangli sudah mulai siaga.
Berdasarkan pantuan awak media dilapangan, Kamis 8 Mei 2025 selain stand stand tempat menampilkan aneka usaha, suasana di alun alun Bangli temaran dengan kehadiran pajangan penjor-penjor yang begitu menawan dan menakjubkan. Bahkan saat itu semua pandangan tertuju pada kedatangan rombongan yang membawa penjor berikut iringan gamelan baleganjur yang menambah suasana bergetar.
Baca Juga : HUT Kota Bangli ke-821 Dipastikan Meriah Tanpa Sedot APBD
Menurut salah satu masyarakat yang ditemui mengatakan pemasangan penjor penjor serangkian HUT kota Bangli sudah mulai sejak kemarin hari Rabu, 7 Mei 2025. Suasana saat ini terasa beda, karena menyongsong hari jadi kota Bangli. “Saya sendiri takjub melihat begitu antusias masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan ini”, ujar warga bernama kadek.
Sementara terpisah, Pj Sekda Bangli I Made Ari Pulasari mengatakan pemasangan penjor ini merupakan kreativitas dari Sekaa Truna Truni (STT) dari 4 kecamatan di Bangli. Pemasangan dilakukan secara bergilir semisal hari ini (Kamis) dari Kintamani mulai pagi sampai siang kemudian sore sampai malam dari Kecamatan Bangli.
Selain di alun alun, menyemarkan HUT Bangli pemasangan penjor juga dilakukan pada ruas jalan utama, mulai depan Kantor DPRD dan Kantor Bupati Bangli (di Jalan Brigjend I Gusti Ngurah Rai). “Untuk penilaian lomba penjor sendiri akan dilakukan pada hari Jumat, 9 Mei 2025”, terang Pj. Sekda Bangli yang sekaligus sebagai ketua panitia HUT Bangli ini.
Baca Juga : Kondisi Bayi Terlantar Stabil Pasca Dirawat Intensif di RSUD Bangli, Banyak Permintaan Adopsi
Menurutnya, lomba penjor menjadi salah satu kegiatan yang tetap digelar pada peringatan HUT Bangli setiap tahunnya, dengan tujuan untuk tetap menjaga dan melestarikan seni dan budaya. Selain itu sebagai ajang memupuk kreativitas dan kebersamaan. Dalam peringatan ini tentu melibatkan semua kalangan lapisan masyarakat di seluruh Desa di Kabupaten Bangli, baik dari tingkat anak-anak, remaja, maupun dewasa (ibu-ibu PKK).
Untuk yang anak-anak SD, SMP kami libatkan dalam parade agung puncak peringatan. Nanti juga anak-anak dilibatkan dalam lomba janger. Yang ibu PKK juga ada lomba gong kebyar, dewasa juga ada. “Nah yang penjor ini kan bisa melibatkan semua STT yang ada di seluruh desa”, pungkas Ari Pulasari. (*)






