Wabup Badung Dukung Pelestarian Adat dan Budaya di Pura Dalem Bebalang Carangsari

Wabup Bagus Alit Sucipta menghadiri Karya Melaspas Agung Rsi Gana, Panca Kelud dan Pujawali Nyatur di Pura Dalem Bebalang, Banjar Bedauh, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Senin (12/5/2025).

Petang, Badung persindonesia.com  – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung pelestarian adat dan budaya kembali ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, dalam Karya Melaspas Agung, Rsi Gana, Panca Kelud, serta Pujawali Nyatur di Pura Dalem Bebalang, Banjar Bedauh, Desa Adat Carangsari, Senin (12/5/2025).

Karya sakral ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Carangsari, menyusul rampungnya pembangunan wewangunan di Pura Dalem Bebalang yang sebelumnya mendapatkan dukungan dana dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp4,8 miliar lebih. Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk anggota DPRD Badung Bima Nata dan I Nyoman Artawa, serta tokoh masyarakat dan adat setempat.

Wabup Bagus Alit Sucipta, yang juga turut melakukan prosesi mendem pedagingan di salah satu pelinggih pura, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga warisan leluhur. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendukung kegiatan keagamaan dan kebudayaan masyarakat. “Kami sangat menghargai kekompakan masyarakat Carangsari. Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen mendukung penuh upacara-upacara keagamaan seperti ini sebagai bagian dari pelestarian budaya. Termasuk rencana upacara Ngodakan pada tahun 2026, kami siap bantu,” ujar Wabup.

Sebagai bentuk kepedulian pribadi, Wabup juga menyerahkan bantuan untuk mendukung pelaksanaan upacara, termasuk bantuan sebesar Rp20 juta, bantuan untuk sekaa gong dan penari masing-masing Rp2,5 juta, serta tambahan dana Rp5 juta dari anggota DPRD Badung Bima Nata. Pemerintah Desa Carangsari turut berkontribusi dengan dana Rp150 juta untuk mendukung suksesnya pelaksanaan karya ini.

Manggala Karya, Ida Bagus Nawa Rupa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan yang diberikan Pemkab Badung dan seluruh pihak yang hadir. Ia juga mengungkapkan rencana ke depan untuk kembali melaksanakan karya besar, yakni Ngodakin Tapakan Ida Betara di tahun 2026.

“Partisipasi pemerintah dan masyarakat sangat berarti bagi kami. Besar harapan kami dukungan seperti ini bisa terus berlanjut agar pembangunan spiritual dan adat tetap lestari,” ujarnya penuh harap.

Dengan penuh semangat dan kebersamaan, masyarakat Carangsari menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan adat istiadat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi panggilan jiwa seluruh masyarakat adat.

@k.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *