Persindonesia.com Jembrana – Menyusul dugaan kasus rabies yang menimpa seorang warga Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana—yang dikabarkan meninggal dunia usai digigit anjing—Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jembrana langsung bergerak cepat dengan melakukan vaksinasi darurat terhadap hewan peliharaan warga di wilayah tersebut.
Seijin Kadis Pertanian dan Peternakan, Kepala Seksi (Kasi) Veteriner, Keswan Kesambet Dinas Pertanian dan Peternakan Jembrana, drh. I Gusti Ngurah Bagus Rai Mulyawan, mengatakan, langkah vaksinasi emergensi ini dilakukan sebagai respon cepat terhadap laporan kasus suspect rabies pada manusia.
Resahkan Peternak, Isu PMK di Jembrana Dibantah Keras: Status Tetap Zero!
“Vaksinasi rabies emergensi ini merupakan arahan dari pimpinan. Biasanya, jika ada laporan kasus suspect pada manusia, kami sebagai leading sector dalam penanganan kesehatan hewan langsung turun untuk melakukan vaksinasi darurat. Kami pastikan kegiatan ini berjalan lancar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (16/5).
Sebelum pelaksanaan vaksinasi, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dan melakukan penyisiran lapangan. Dari hasil penyisiran tersebut, diketahui bahwa selama bulan Mei 2025 sudah terdapat 12 kasus gigitan hewan pembawa rabies di Desa Tegal Badeng Barat.
Sikat Habis Celengan Warga Satra Kintamani, Residivis Kembali Diciduk Polisi
“Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita semua. Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa rabies adalah penyakit zoonosis yang sangat berbahaya. Kami imbau kepada warga, terutama yang pernah mengalami gigitan hewan, agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan,” tambahnya.
Ia mengungkapkan, program vaksinasi emergensi di Desa Tegal Badeng Barat telah dimulai sejak 11 Maret 2025. Pada hari pertama, sebanyak 29 ekor anjing berhasil divaksin.
“Sementara pada pelaksanaan hari ini, sebanyak 41 ekor anjing dan 1 ekor kucing telah diberikan vaksin rabies. Kegiatan vaksinasi ini akan terus berlanjut hingga seluruh hewan berisiko di wilayah tersebut terlindungi,” tandasnya.






