Persindonesia.com Jembrana – Kasus gigitan anjing yang diduga rabies yang terjadi di Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana pada tanggal 24 Mei 2025 positif rabies. Anjing yang sebelumnya liar dan dipelihara oleh warga tersebut menggigit 4 warga termasuk pemilik.
Diketahui anjing tersebut sebelumnya telah di vaksin rabies akan tetapi setelah di eliminasi anjing tersebut positif rabies setelah hasil sampel setelah hasil sampel keluar dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar, Selasa 27 Mei 2025 sore. Sementara anjing peliharaan juga menggigit 5 orang warga di Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring. Di lokasi ini, anjing tersebut menyerang pemilik serta keluarganya.
Dengan tambahan dua kasus baru ini, total kasus HPR positif rabies di Jembrana tercatat sebanyak 49 kasus. Jumlah ini semakin mendekati total jumlah kasus rabies selama setahun di 2024 lalu, yakni 54 kasus.
KPK Kunjungi Kantor Pusat SMSI, Jalin Kerjasama Pencegahan Korupsi di sektor usaha Media Siber
Saat dikonfirmasi, Plt Kabid Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gede Putu Kasthama, membenarkan hasil sampel yang dikirim beberapa waktu lalu ke BBVet Denpasar telah keluar. “Kemarin hasilnya keluar, anjing tersebut positif rabies,” terangnya, Rabu (28/5/2025).
Disinggung terkait anjing yang menggigit 4 warga di Desa Penyaringan telah tervaksin akan tetapi positif rabies, Kastaman membenarkan bahwa anjing tersebut sebelumnya telah tervaksin. “Baru tiga hari divaksin, masa inkubasi rabies,pada saat divaksin sudah ada virus rabiesnya,” jelasnya.
Ia mengaku,nwarga di dua desa tersebut yang terkena gigitan anjing positif rabies telah menerima vaksin anti rabies (VAR). “Masih-masing wilayah lebih dari dua orang yang diserang, tapi mereka sudah menerima layanan di faskes terdekat,” ujarnya.
Hilang Saat Mancing di Nusa Penida, Keberadaan Wisatawan Belum Ditemukan
Dengan tambahan dua kasus ini, kata dia, total kasus rabies yang tercatat di Jembrana sebanyak 49 kasus. Pihaknya saat ini sedang melaksanakan vaksinasi rabies massal di sejumlah wilayah termasuk di wilayah temuan kasus saat ini. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan melakukan langkah-langkah antisipasi jika melihat HPR dengan perilaku tak biasa.
“Kami imbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap temuan kasus rabies. Jika diserang HPR agar segera dilaporkan atau dilakukan penanganan ke faskes terdekat,” pungkasnya. Ts






