PersIndonesia.Com,Gianyar- Seorang buruh proyek bernama Abdul Karim, laki-laki, (77) asal Dusun Krajan, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur ditemukan meninggal dunia dilokasi pembangunan Hotel Sanggraloka, tepatnya di bedeng proyek yang terletak di Pauman, Banjar Bresela, Desa Bresela, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.
Menindaklanjuti laporan dari warga, Babinsa Desa Bresela Pelda I Wayan Budiarta bersama Bhabinkamtibmas Desa Bresela Aiptu I Made Budiyasa segera mendatangi Tempat Kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Baca Juga : Polisi Ungkap Dugaan Korupsi Dana Hibah Badung di Desa Adat Majangan Payangan
Babinsa Desa Bresela, Pelda I Wayan Budiarta menjelaskan tiba di TKP, dengan dipimpin oleh Kanit Reskrim dan dihadiri Kepala Dusun Bresela bersama Ketua Pecalang serta piket fungsi Polsek Payangan kemudian melakukan olah TKP.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban ditemukan dalam posisi tidur terlentang dengan kondisi setengah telanjang dan pada sekitar tubuh korban ditemukan obat-obatan yang biasa dikonsumsinya. Selain itu pada bagian bibir korban tampak bekas muntah.
“Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans jenazah milik Kabupaten Gianyar dan dibawa ke RSU Payangan untuk pemeriksaan medis lebih lanjut”, Babinsa Bresela.
Lebih lanjut kata Pelda Budiarta dari informasi saksi berinisial M (keluarga korban), peristiwa berawal pada Minggu (1/6/2025) sekitar pukul 18.30 WITA, Abdul Karim (korban) sempat mengeluh sakit pada bagian dada dan telah diberikan obat. Kemudian sekitar pukul 02.30 WITA korban terlihat buang air kecil dalam posisi jongkok oleh saksi M.
Baca Juga : Buruh Proyek Ditemukan Tak Bernyawa di Bangunan Villa Tegallalang Gianyar
Karena terlalu lama dalam posisi tersebut, selanjutnya saksi M mendekati korban, namun korban tiba-tiba terjatuh ke belakang dan tak sadarkan diri. Melihat hal tersebut saksi M selanjutnya membangunkan saksi M.R yang juga merupakan keluarga korban.
Keduanya memeriksa kondisi korban, namun tidak menemukan tanda-tanda denyut nadi dan korban dinyatakan telah meninggal dunia. “Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada mandor proyek, kemudian diteruskan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta aparat desa setempat”, ungkapnya. (DG)






