PERSINDONESIA.COM – Seorang Lansia berinisal NKR (67) warga Banjar Akta, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tersangkut di bebatuan aliran sungai Banjar Akta, pada hari Senin (18/5/2026) sekitar pukul 07.30 WITA.
Berdasarkan informasi terhimpun, jenazah NKR pertama kali oleh seorang warga yang hendak mandi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menemukan pakian yang diketahui milik korban, namun keberadaan korban tidak terlihat di sekitar lokasi. Karena merasa curiga, selanjutnya saksi menghubungi pihak keluarga korban dan memberitahukan atas apa yang ditemukan tersebut.
Baca Juga : Diduga Kena Serangan Jantung, Sopir Truk Tewas Usai Tabrak Pagar Rumah di Jembrana
Berselang sesaat kemudian pihak keluarga dengan dibantu warga melakukan pencarian menyusuri aliran sungai hingga akhirnya korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Dan guna penangan lebih lanjut, persitiwa tersebut dilaporkan ke pihak berwajib.
“Kami dari Polres Gianyar bersama Polsek Sukawati langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga terkait adanya korban yang diduga terseret arus sungai. Petugas melakukan olah TKP, membantu evakuasi korban, serta berkoordinasi dengan tim medis dan pihak keluarga,” ujar Kasi Humas Polres Gianyar IPDA Gusti Ngurah Suardita, saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut disampaikan Kasi Humas, dari hasil pemeriksaan awal oleh Tim Identifikasi Polres Gianyar bersama petugas medis ditemukan luka memar pada pelipis kanan dan luka lecet di bagian pinggang yang diduga akibat benturan dengan bebatuan saat korban terseret arus sungai.
Selanjutnya jenazah korban dibawa menuju rumah duka untuk disemayakan. “Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi”, ujarnya.
Baca Juga : Banyu Pinaruh di Pantai Purnama, Dua Pemuda Asal Sukawati Terseret Arus
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama pada musim dengan debit air yang tidak menentu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di sungai maupun tempat berair lainnya guna menghindari kejadian serupa,” pungkas IPDA Gusti Ngurah Suardita. (*)






