Bupati Wayan Adi Arnawa didampingi Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri Karya Manusa Pitra Puja “Bhaktining Suputra” Ngaben Pranawa Utama Baligia Punggel di Desa Adat Pecatu Kuta Selatan Badung, Minggu (29/6). (foto/hms)
Badung persindonesia.com – Komitmen Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam mendukung pelestarian adat dan tradisi Bali kembali terlihat saat dirinya menghadiri upacara Karya Manusa Pitra Puja “Bhaktining Suputra” di Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Minggu (29/6). Upacara yang diselenggarakan secara massal ini mencakup prosesi Ngaben Pranawa Utama, Baligia, Punggel, Ngangkid, serta Mepandes Kinembulan.
Didampingi oleh Ny. Rasniathi Adi Arnawa, kehadiran Bupati menjadi simbol dukungan langsung Pemerintah Kabupaten Badung terhadap kegiatan adat dan upacara yadnya yang digelar oleh masyarakat. Prosesi ini dipuput oleh Ida Pedanda Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda dari Griya Serongga, Gianyar, dan turut dihadiri berbagai tokoh, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bali Luh Ayu Aryani, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, serta para Bendesa Adat dan warga setempat.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 50 juta kepada panitia karya yang diterima langsung oleh Ketua Panitia, Made Astra. Dana tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran pelaksanaan upacara yang memerlukan biaya besar dan partisipasi krama secara gotong royong.
Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan rasa syukurnya bisa hadir dan memberikan doa restu atas berlangsungnya karya suci tersebut. Ia menilai pelaksanaan yadnya secara kolektif seperti ini sangat membantu masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun efisiensi waktu.
“Saya mengapresiasi langkah Desa Adat Pecatu yang sudah konsisten melaksanakan karya ini sejak 2013 secara berkala setiap tiga tahun. Ini adalah bentuk nyata solidaritas dan kekuatan desa adat dalam menjaga warisan budaya. Saya harap karya seperti ini bisa terus berlangsung demi kelestarian nilai-nilai luhur agama dan adat Bali,” ujar Adi Arnawa.
Sementara itu, Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, menjelaskan bahwa program Karya Bhaktining Suputra merupakan hasil sinergi antara Desa Adat, LPD Desa Adat Pecatu, dan masyarakat. Karya ini bertujuan untuk meringankan beban krama saat melaksanakan upacara adat seperti Nyekah dan Manusa Yadnya. Total anggaran kegiatan mencapai sekitar Rp 3,5 miliar yang bersumber dari dana swadaya, LPD, serta alokasi dari desa adat.
@k






