PersIndonesia.Com,Bangli- Wakil Bupati (Wabup) Bangli, I Wayan Diar melepas keberangkatan kontingen atlet permainan tradisional Kabupaten Bangli yang akan mengikuti pertandingan di Pesta Kesenian Bali (PKB). Acara pelepasan sebanyak 23 atlet berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Bangli, pada hari Senin (30/6/2025).
Baca Juga : Sambut Libur Panjang, Dispar Bali Kirim Surat Himbauan ke Kabupaten/Kota
Ketua Ikatan Guru Olahraga Nasional (Igornas) Kabupaten Bangli, I Wayan Mustapa Yasa mengatakan selama ini Bangli sudah rutin berkontribusi ikut dalam kegiatan kejuaraan (lomba) permainan tradisional yang digelar di PKB setiap tahunnya. Tahun ini, ada 23 atlet yang dilepas, terbagi dalam 4 cabang, yakni Deduplak, Tajog, Hadang dan Terompah Panjang yang akan berlaga tanggal 4 dan 5 Juli 2025 nanti.
“Persiapan sudah kami lakukan dari sebelumnya, latihan dan seleksi telah dilakukan. Yang menang kami pilih untuk dikirim ke provinsi mewakili Bangli,” ujar Ketua Igornas Bangli.
Menurut Wayan Mustapa seleksi telah dilakukan di 28 SMP yang ada di Bangli. Dan hingga saat ini atlet permainan tradisional di Bangli sudah menorehkan berbagai prestasi bahkan pernah mewakili Bali ke kancah Nasional. “Tahun lalu kita menang serta meraih juara 1 dicabang permainan Deduplak,” ungkapnya.
Diakui, sejatinya minat anak-anak sekolahan dalam permaian atau olahraga tradisional ini di Bangli cukup tinggi. Sebab permainan ini bisa mengalihkan anak sekolah dari gadget. Pihaknya berharap semua sekolah baik SD maupun SMP ke depan bisa menerapkan permainan tradisional pada anak didik masing-masing.
“Sehingga bisa terselenggara festival khusus olahraga tradisional mungkin yang bisa diadakan di Bangli. Menampilkan permainan asli Bangli misalnya matembing dan magoak-goakan,” kata I Wayan Mustapa Yasa.
Sementara Wabup Bangli, I Wayan Diar menyampaikan permainan tradisional yang ditampilkan pada ajang PKB 2025 tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari ekshibisi dan salah satu sarana dalam upaya pelestarian budaya Bali dan pengenalan permainan tradisional kepada generasi muda. Pihaknya selalu mendukung penuh keberlangsungan permaianan tradisional ini.
“Karena di samping bisa berolah raga juga bisa olah rasa dan terbentukny pola pikir yang positif, sehingga bisa membentuk karakter generasi muda yang disiplin dan mampunyai kemauan untuk terus berjuang, bermain dengan ceria dan bisa melepas sesat dari gadget,” ungkap Wabup yang juga sebagai Ketua KONI Bangli ini.
Baca Juga : Peserta Meningkat, 250 Pasang Kerbau Ikuti Makepung Kapolda CUP 2025
Wabup Diar juga mengatakan selain kesenian dan budaya, Pesta Kesenian Bali ke XLVII 2025 juga mementaskan berbagai permainan atau olahraga tradisional. Bahkan, permainan tradisional ini tidak hanya sekadar menjadi hiburan saja. Tetapi juga menjadi bagian dari ekshibisi dan salah satu sarana dalam upaya pelestarian budaya Bali dan pengenalan permainan tradisional kepada generasi muda.
Terkait kontingen Bangli, Diar optimis para atletnya akan mampu menorehkan prestasi, terlebih sudah melakukan latihan sejak 3 bulan lalu. “Ajang ini penting guna mengingatkan pada anak-anak kita akan keberadaan permainan tradisional yang sangay mengasyikan dilakukan bersama,” pungkasnya.(DB)






