Darurat Pendidikan Jembrana, Ratusan Guru Hilang, Pensiun Massal Mengintai 2025

Persindonesia.com Jembrana – Sejak diberlakukan Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri Kabupaten Jembrana kekurangan guru pengajar tercatat lebih dari 200 orang. Kondisi ini diparparah lagi, dimana tahun 2025 sebanyak 119 guru yang akan pensiun, hal tersebut menambah penderitaan di dunia Pendidikan di Kabupaten Jembrana.

Untuk menutupi kekurangan tersebut berbagai langkah dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jembrana, mulai dari regruping bahkan sampai berencana akan mengusulkan untuk mebuka formasi baik dari PPPK maupun CPNS

Kepala Disdikpora Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, saat dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi kekurangan guru, salah satunya dengan menambah beban jam mengajar bagi guru yang masih aktif.

Jawab Pandangan Umum Fraksi, Gubernur Bali Komitmen Tata Kelola APBD, PWA, Energi Bersih dan Infrastruktur Strategis

“Kekurangan sekitar 200 guru ini kami siasati dengan pengaturan ulang beban mengajar. Guru-guru yang sebelumnya mengajar 24 jam per minggu, sekarang kami tugaskan untuk mengajar lebih dari itu,” ujarnya, Selasa (1/7/2025).

Ia menambahkan, jumlah guru yang akan pensiun tahun ini berasal dari semua jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMP. “Kami juga masih memiliki guru paruh waktu. Mereka akan kami prioritaskan penyelesaian statusnya terlebih dahulu sebelum mengusulkan formasi baru,” lanjutnya.

Terkait rencana penambahan formasi guru, Anom menegaskan, pihaknya akan mengusulkan pembukaan formasi baik melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Namun, hal ini masih dalam tahap pembahasan dengan tim ahli.

23 Atlet Permainan Tradisional Kabupaten Bangli Siap Berlaga di PKB

“Kami tengah mempertimbangkan sejumlah langkah, termasuk kemungkinan melakukan regrouping terhadap sekolah-sekolah yang jumlah siswanya di bawah 75 orang. Tapi jika tidak ada sekolah terdekat, tentu sekolah seperti itu tetap akan kami pertahankan,” jelasnya.

Untuk sementara waktu, pihaknya berupaya memaksimalkan sumber daya yang ada dengan mengatur distribusi jam mengajar sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah. “Sementara memang kami mengatur dengan kepala sekolah sesuai sumber daya yang tersedia. Untuk saat ini masih bisa diatasi,” pungkasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *