Swiss Siap Dukung Bali Tangani Sampah dan Pendidikan, Konjen Gerhard Nutz Janjikan Tim Ahli hingga Beasiswa
Denpasar persindonesia.com – Pemerintah Swiss menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam mendukung penanganan sampah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bali. Hal ini disampaikan langsung oleh Konsul Jenderal (Konjen) Swiss untuk Bali, Gerhard L. Nutz, dalam kunjungan kehormatan ke Gubernur Bali, Wayan Koster, di Jayasabha, Denpasar, Rabu (16/7).
Dalam pertemuan tersebut, Konjen Nutz menegaskan bahwa Swiss dan Austria memiliki teknologi canggih dalam pengolahan sampah dan siap berbagi keahlian dengan Pemerintah Provinsi Bali. Ia bahkan menawarkan pembentukan tim khusus yang melibatkan pakar dari kedua negara tersebut.
“Saya siap bantu bentuk tim yang terdiri dari pakar Swiss dan Austria untuk membahas solusi jangka panjang pengolahan sampah di Bali,” ujar Nutz, yang telah lama tinggal di Bali dan berdomisili di Desa Gulingan, Mengwi, Badung.
Tak hanya soal lingkungan, Konsul Kehormatan Swiss itu juga menyampaikan keinginannya untuk membuka akses pendidikan bagi generasi muda Bali ke negara-negara Eropa. Menurutnya, peluang studi ke Swiss, Austria, maupun Jerman perlu diperluas bagi pelajar Bali yang berprestasi.
“Kami ingin membantu anak-anak muda Bali untuk mendapatkan kesempatan belajar ke Eropa. Ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap pembangunan SDM Bali,” ungkapnya.
Konjen Nutz juga menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Gubernur Koster dalam menata ulang sektor pariwisata Bali pascapandemi. Ia menyebut wisatawan asal Swiss sangat menghormati budaya lokal dan mendukung penuh aturan yang diterapkan demi menjaga harmoni Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik komitmen kerja sama tersebut. Ia menggarisbawahi bahwa Pemerintah Provinsi Bali sangat terbuka terhadap kolaborasi lintas negara, khususnya dalam penanganan persoalan strategis seperti sampah dan pendidikan.
“Kami sangat menghargai dukungan dari Pemerintah Swiss. Silakan berkoordinasi dengan jajaran kami untuk langkah-langkah teknis ke depan. Kami berkomitmen menjaga Bali agar tetap nyaman dan tertib, baik bagi warga lokal maupun wisatawan,” tegas Koster.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan bilateral antara Bali dan Swiss, sekaligus membuka jalan bagi kerja sama konkret yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Bali. (*)






