Sikerthi Diluncurkan Agustus, Gubernur Koster Ajak Koperasi Bangkitkan Ekonomi Bali

Denpasar persindonesia.com Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong penguatan sektor koperasi sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Salah satu upaya konkret yang tengah dipersiapkan adalah peluncuran produk simpanan bernama “Sikerthi”, hasil inisiatif Koperasi Konsumen Puskopkar Kerthi Bali yang menggandeng sekitar 3.000 koperasi aktif di seluruh Bali.

Dalam audiensi yang digelar di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Rabu (16/7), Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan dukungannya terhadap peluncuran produk tersebut. Ia menilai program Sikerthi sebagai bentuk nyata semangat gotong royong koperasi dalam memperkuat kemandirian ekonomi Bali.

“Saya menyambut baik program ini dan menyarankan peluncurannya dilakukan bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI bulan Agustus. Kita jadikan ini sebagai momentum gerakan bersama koperasi membangun Bali,” ujar Koster.

Menurut Gubernur, peluncuran Sikerthi tidak hanya menjadi tonggak penting dalam konsolidasi kekuatan koperasi, tetapi juga bisa menjadi simbol penguatan ekonomi kerakyatan berbasis nilai-nilai lokal. Ia kembali menekankan pentingnya identitas budaya dalam setiap produk Bali, termasuk dalam desain dan label produk koperasi.

“Saya minta semua produk lokal, termasuk produk koperasi, wajib mencantumkan aksara Bali. Branding harus mencerminkan etnik dan budaya kita,” tegasnya.

Ketua Koperasi Konsumen Puskopkar Kerthi Bali, I Wayan Sumerta, menjelaskan bahwa Sikerthi dirancang sebagai produk simpanan kolektif koperasi yang mendorong solidaritas dan kemandirian ekonomi. Ia menyebut produk ini sejalan dengan prinsip Ekonomi Kerthi Bali yang berlandaskan nilai lokal, gotong royong, dan keberlanjutan.

“Peluncuran Sikerthi akan dilakukan serentak. Ini bukan sekadar program simpanan, tapi gerakan ekonomi bersama. Kami berharap koperasi dapat menjadi motor utama dalam mengelola potensi strategis desa seperti pertanian, perikanan, dan produk lokal unggulan,” ungkap Sumerta.

Lebih lanjut, ia menyoroti peran koperasi desa (Kopdes) dalam penguatan ekonomi wilayah, termasuk pengelolaan komoditas khas seperti Arak Bali dan garam tradisional yang memiliki nilai tambah tinggi.

“Dorong Perbaikan Koperasi dan Festival UMKM Bali”

Gubernur Koster juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sebagian koperasi di Bali yang masih belum sehat. Ia menegaskan perlunya langkah konkret untuk melakukan pembinaan dan revitalisasi.

“Koperasi yang sehat harus terus didorong agar tumbuh kuat. Yang masih bermasalah kita bantu agar pulih, baik dari sisi manajemen, permodalan, hingga strategi pemasaran,” ujarnya.

Sebagai wujud dukungan nyata terhadap pengembangan koperasi dan UMKM, Gubernur Koster juga berencana menggelar festival produk lokal Bali yang melibatkan koperasi dan pelaku usaha kecil menengah. Event ini juga akan menjadi ajang promosi budaya dan produk Bali kepada wisatawan mancanegara.

“Kita buat festival UMKM Bali dengan melibatkan koperasi. Kita undang wisatawan untuk mengenal lebih dekat produk asli Bali. Ini strategi agar ekonomi Bali tumbuh dengan akar budaya yang kuat,” pungkasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *