Bupati Adi Arnawa, Hadiri Karya Dewa Yadnya di Pura Uluning Banjar serta Balai Banjar Kedua, Desa Baha, Kecamatan Mengwi.
Badung persindonesia,com, 3 September 2025 – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian adat, seni, dan budaya di Kabupaten Badung. Kali ini, ia hadir sebagai upasaksi dalam Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit Wraspati Kalpa, dan Tawur Balik Sumpah Madya yang digelar di Pura Uluning Banjar serta Balai Banjar Kedua, Desa Baha, Kecamatan Mengwi.
Didampingi sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, kehadiran Bupati menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap kegiatan adat dan pembangunan infrastruktur sosial berbasis tradisi. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas kekompakan krama Banjar Kedua yang telah berhasil menyelesaikan pembangunan Balai Banjar secara swadaya dan bertahap sejak 2019. “Saya sangat bangga melihat semangat gotong royong masyarakat Banjar Kedua. Bale banjar yang megah ini adalah bukti bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama kita dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Bali,” ujar Bupati Adi Arnawa.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing, mengingat situasi belakangan ini yang menuntut kewaspadaan bersama. “Kita tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk menjaga Bali tetap aman dan nyaman. Ini penting, apalagi pariwisata adalah tulang punggung ekonomi kita,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Bupati turut menghaturkan dana punia sebesar Rp 20 juta dan mengikuti persembahyangan bersama seluruh krama banjar.
Rp 7 Miliar Bantuan Pemkab, Bale Banjar Megah Berdiri, Manggala Prawartaka Karya, I Wayan Bawa, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemkab Badung atas bantuan hibah senilai Rp 7 miliar yang turut mempercepat penyelesaian pembangunan Bale Banjar Kedua. Bangunan dua lantai yang dilengkapi dengan basement ini berdiri di atas lahan seluas 7 are, menggantikan bale banjar lama yang dianggap sudah tidak memadai.
Selain hibah dari pemerintah daerah, pembangunan juga didukung oleh swadaya masyarakat, serta bantuan APBDes sebesar Rp 500 juta untuk mendukung upacara karya agung yang diperkirakan menghabiskan anggaran hingga Rp 800 juta.
“Pembangunan ini adalah hasil sinergi antara krama, pemerintah desa, dan Pemkab Badung. Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh yang diberikan,” ungkap I Wayan Bawa.
Karya Agung Berlangsung Hingga Purnama Ketiga, Karya Mamungkah yang dilaksanakan krama Banjar Kedua telah berlangsung sejak tiga bulan terakhir, dengan rangkaian utama
Editorn : IB.Karang, Sumber : Prokompim/Badung






