I Nyoman Satria yang menerima audiensi dari Prajuru dan Panitia Karya Pura Dalem Bekak, Mengwi, di Ruang Rapat Bapemperda DPRD Badung, Senin (1/9).
Badung persindonesia.com , 1 September 2025 – Komitmen anggota DPRD Kabupaten Badung dalam mendukung pelestarian adat dan budaya kembali ditunjukkan oleh I Nyoman Satria yang menerima audiensi dari Prajuru dan Panitia Karya Pura Dalem Bekak, Mengwi, di Ruang Rapat Bapemperda DPRD Badung, Senin (1/9).
Audiensi ini membahas persiapan upacara besar yang akan digelar di Pura Dalem Bekak, termasuk Karya Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung, Manawa Ratna, Mapeselang, serta Tawur Balik Sumpah. Selain upacara keagamaan, panitia juga menyampaikan rencana pelaksanaan Barong Festival sebagai bagian dari pelestarian seni tradisional.
Dalam pertemuan tersebut, Nyoman Satria menyatakan dukungannya terhadap kegiatan adat dan budaya di wilayah Mengwi, khususnya yang diselenggarakan secara gotong royong oleh masyarakat.
“Kami di DPRD selalu terbuka dan siap memfasilitasi aspirasi masyarakat, terlebih yang menyangkut pelestarian adat, budaya, dan spiritualitas. Segala bentuk kebutuhan akan kami teruskan kepada Bapak Bupati untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme,” jelasnya.
Turut hadir dalam audiensi tersebut sejumlah pejabat daerah, antara lain Kadis Pariwisata Nyoman Rudiartha, Kadis Kebudayaan Gede Eka Sudharwita, Plt. BPKAD Ketut Wisuda, dan Plt. Sekwan I Gede Surya Kurniawan.
Sementara itu, Ketut Ngurah Sudiarta, selaku Kelian Pemaksan Pura Dalem Bekak sekaligus ketua panitia karya, menyampaikan terima kasih atas ruang dialog yang difasilitasi oleh DPRD Badung. Ia menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan dan seni ini merupakan hasil swadaya masyarakat dengan harapan mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
“Kami datang menyampaikan rencana kegiatan sekaligus memohon dukungan fasilitasi dari pemerintah. Terima kasih kepada Pak Satria dan jajaran karena sudah menerima kami dengan baik,” ujar Ngurah Sudiarta.
Hadir pula dalam audiensi tersebut Kelian Adat IB Oka, Perbekel Mengwi I Nyoman Suwardana, Sekdes Putu Suwadnyana, serta prajuru adat dari beberapa banjar.
Audiensi ini menjadi langkah awal sinergi antara lembaga legislatif dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan tradisi dan upacara sakral yang menjadi warisan leluhur Bali.
@red






