Bupati Adi Arnawa Hadiri Upacara Manusia Yadnya dan Pitra Yadnya Desa Adat Tegal, Darmasaba

Abiansemal persindonesia.com , 24 September 2025 – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya Bali kembali diwujudkan melalui kehadiran langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta dalam pelaksanaan Upacara Manusia Yadnya dan Pitra Yadnya di Desa Adat Tegal, Darmasaba, Kecamatan Abiansemal.

Upacara sakral yang digelar di area Peyadnyan Banjar Tegal ini merupakan bentuk penghormatan dan bhakti masyarakat kepada leluhur dan anggota keluarga. Ribuan warga turut serta dalam upacara besar ini, yang meliputi 65 upacara Ngaben, 54 Ngelungah, 63 Ngelangkir, 213 Nyekah, 208 Metatah (potong gigi), serta 65 Mepetik.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Badung menyerahkan bantuan dana upacara (dana aci) sebesar Rp400 juta. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Bupati Adi Arnawa dan diterima oleh Bendesa Adat Tegal Darmasaba, Ida Bagus Alit Sastra. “Kami bangga dapat hadir dan menjadi bagian dari pelaksanaan upacara adat seperti ini. Ini adalah wujud nyata sradha bhakti masyarakat sekaligus bentuk gotong royong yang patut dijaga. Semoga dengan yadnya ini, kita semua mendapatkan kerahayuan, kesehatan, dan berkah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Bupati Adi Arnawa dalam sambutannya.

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan kebersamaan antarwarga. “Gotong royong masyarakat seperti ini adalah kekuatan budaya Bali yang harus terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi mendatang,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran DPRD Kabupaten Badung seperti Ni Putu Yunita Oktarini, I Gede Budi Yoga, I Nyoman Gede Wiradana, dan Ni Putu Sukarini. Selain itu hadir pula Perbekel Darmasaba I.B. Surya Prabhawa Manuaba, perwakilan dari Tripika Kecamatan Abiansemal, serta tokoh-tokoh adat dan masyarakat setempat.

Upacara bersama ini mencerminkan kuatnya nilai solidaritas serta peran aktif pemerintah dalam mendukung kegiatan adat dan keagamaan masyarakat Bali, yang tidak hanya bermakna spiritual tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal.

@Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *