Persindonesia.com Batam — Kebakaran hebat melanda kapal tanker Federal II yang tengah diperbaiki di galangan kapal PT ASL Shipyard, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Rabu (15/10/2025) dini hari. Insiden tragis ini menelan sedikitnya 10 korban jiwa dan 21 pekerja luka-luka.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 04.20 WIB, ketika sejumlah pekerja melakukan perbaikan pada bagian Cargo Oil Tank (COT) kapal. Tiba-tiba terdengar ledakan keras disertai semburan api dari dalam tangki yang langsung membakar area kerja.
Tim Safety PT ASL Marine Shipyard segera berupaya memadamkan api dan mengevakuasi para korban. Setelah hampir 40 menit berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, beberapa pekerja sudah tidak dapat diselamatkan.
Heboh! Selisih Rp100 Ribu Bantuan Sosial di Tegal Gegerkan Medsos, Pemilik Akun TikTok Minta Maaf!
Para korban luka dilarikan ke beberapa rumah sakit di Batam, antara lain RS Mutiara Aini, RS Graha Hermine, RS Elisabeth Sei Lekop, dan RSUD Embung Fatimah untuk mendapatkan perawatan intensif.
Menanggapi kejadian tersebut, Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., didampingi Kapolresta Barelang Kombes Pol. Zaenal Arifin, S.I.K., turun langsung meninjau lokasi kebakaran pada Kamis (16/10/2025).
Kunjungan dilakukan sebagai bentuk respon cepat kepolisian dalam memastikan kondisi lapangan pascakebakaran serta menjamin situasi tetap aman dan kondusif. Kapolda juga menyambangi beberapa rumah sakit untuk menjenguk korban luka.
Tak Luput Dari Mutasi Besar Besaran, Kepala Kejari Bangli Dilayar ke Karanganyar
“Saat ini tim gabungan dari Polda Kepri dan Polresta Barelang masih melakukan olah TKP dan pendalaman guna mengetahui penyebab pasti kebakaran,” ujarnya.
Hasil koordinasi di lapangan menyebutkan, seluruh jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri. Pihak keluarga diberi pilihan untuk melakukan otopsi atau tidak, sementara seluruh biaya pengiriman jenazah akan ditanggung oleh pihak perusahaan.
Kapal Federal II diketahui telah menjalani proses perbaikan selama tujuh bulan di galangan PT ASL Shipyard. Ironisnya, kapal ini juga pernah mengalami insiden serupa pada 24 Juni 2025, yang menewaskan sembilan pekerja.
Atasi Alih Fungsi Lahan, Dinas PKP Bangli Rancang Pemberian Insentif Keringanan Pajak
Hingga Kamis siang, situasi di sekitar lokasi kejadian telah terkendali. Aparat kepolisian bersama pihak galangan terus melakukan pengamanan dan penyelidikan lanjutan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa. (Jeffri)






