Perayaan Natal di Lapas Pangkalan Bun Hadirkan Sukacita dan Penguatan Iman

Pangkalan Bun persindonesia.com – Perayaan Natal Keluarga Besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pangkalan Bun berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita pada Kamis (18/12/2025). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Lapas mulai pukul 15.00 WIB ini mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.

Perayaan Natal diikuti oleh 74 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Nasrani, pegawai Lapas yang beragama Nasrani, serta dihadiri sejumlah tamu undangan dari pihak eksternal. Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Barat serta Kapolres Kotawaringin Barat yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Natal Bersama Kabupaten Kotawaringin Barat. Beberapa anggota keluarga WBP yang aktif dalam kegiatan gereja juga tampak mengikuti jalannya perayaan.

Ibadah dan perayaan Natal berlangsung dengan tertib dan penuh penghayatan. Melalui momen ini, WBP Nasrani mendapatkan ruang untuk memperdalam nilai-nilai spiritual, memperkuat iman, serta menumbuhkan harapan dan semangat baru selama menjalani masa pembinaan. Kehadiran keluarga dan pihak eksternal turut menghadirkan suasana yang lebih hangat, mencerminkan makna Natal sebagai perayaan kasih dan kebersamaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun dalam keterangannya menyampaikan bahwa perayaan Natal menjadi bagian penting dalam pembinaan kepribadian dan pemenuhan hak beribadah bagi WBP. “Kami berupaya memastikan setiap Warga Binaan dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Perayaan Natal ini diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan ketenangan batin dan semangat perubahan ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.

Salah seorang WBP Nasrani berinisial E juga menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Natal tahun ini sangat berarti bagi kami. Bisa beribadah bersama, didampingi petugas dan keluarga, membuat kami merasa dikuatkan dan tidak sendiri,” ujarnya.

Melalui perayaan Natal ini, Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang berlandaskan nilai kemanusiaan, toleransi, dan penghormatan terhadap hak beragama, sehingga WBP dapat menjalani proses pembinaan secara utuh, baik lahir maupun batin.

Agm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *