Srketaris Desa penujah
Pers Indonesia, Tegal – Sejumlah warga Desa Penujah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal menyampaikan keluhan terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) yang diterima sejak tahun 2023.
Keluhan tersebut berkaitan dengan pengelolaan kartu ATM bansos yang, menurut pengakuan warga, tidak sepenuhnya berada di tangan penerima manfaat.
Informasi ini mencuat setelah beredarnya pesan berantai di grup WhatsApp warga yang kemudian menyebar luas. Dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa sebagian penerima manfaat mengaku tidak memegang langsung kartu ATM bansos mereka.
Berdasarkan keterangan beberapa warga, dari sekitar 63 penerima bantuan, sebagian mengaku hanya menerima dana dengan jumlah yang lebih kecil dari yang mereka perkirakan.
Warga mempertanyakan adanya selisih nominal bantuan yang diterima, namun hingga kini belum diketahui secara pasti penyebabnya.
Keluhan tersebut juga disampaikan oleh warga yang memiliki hubungan dengan perangkat desa dan lembaga desa lainnya. Namun, informasi ini masih bersumber dari pengakuan warga dan belum disertai dokumen resmi.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Desa Penujah membenarkan adanya aspirasi dan keluhan warga yang telah disampaikan kepada Kepala Desa. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa terkait isu tersebut.
Upaya konfirmasi lanjutan masih terus dilakukan awak media untuk memperoleh penjelasan langsung dari pihak yang bersangkutan.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat melakukan pengecekan agar penyaluran bansos berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Warga juga meminta agar persoalan ini diselesaikan secara terbuka dan sesuai aturan, demi menjaga kepercayaan publik terhadap program bantuan sosial. (Red/Kar)






