Persindonesia.com Jembrana – Suasana duka menyelimuti keluarga di Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. I Made Brata, anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga tersebut, meninggal dunia saat menjalani program magang di Negara Malaysia, Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 00.00 Wita.
Korban diketahui merupakan siswa The International School Gianyar dan tengah menjalani program magang di salah satu hotel di Malaysia selama 6 bulan.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kabupaten Jembrana, Putu Agus Arimbawa, membenarkan kabar duka tersebut.
Fantastis!!! Kurun 5 Bulan Penjualan Kerajinan Koran Bekas Rutan Klungkung di Atas 5 Juta
“Benar, yang bersangkutan sedang magang di Malaysia. Saya sempat datang ke rumah duka, keluarga masih sangat terpukul karena korban merupakan anak laki-laki satu-satunya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (25/1)
Ia menjelaskan, korban telah menjalani magang selama enam bulan dan baru memasuki bulan keempat. Saat kejadian, korban diketahui menginap satu kamar dengan rekannya asal Lombok. Rekan korban bekerja pada shift sore dan kembali ke kamar sekitar pukul 00.00 waktu setempat.
“Setibanya di kamar, temannya mendapati korban sudah dalam kondisi kaku dan dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.
Wabup Ipat Buka Garuda Cup U-40, Bukti Semangat Olahraga Tak Kenal Usia
Pihak kampus kemudian menghubungi keluarga korban di Jembrana pada pagi harinya sekitar pukul 07.00 Wita untuk menyampaikan kabar duka tersebut. “Untuk data lengkap korban akan kami sampaikan kemudian, karena saat ini keluarga masih dalam suasana berkabung,” tambah Arimbawa.
Berdasarkan informasi awal, imbuh Agus, korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak. Pihak keluarga menyebut korban tidak memiliki riwayat sakit. “Dua hari sebelum kejadian, korban sempat melakukan panggilan video dengan keluarga dan tidak mengeluhkan kondisi kesehatan apa pun,” terangnya.
Lebih jelasnya Agus mengatakan, rencananya, jenazah korban akan dipulangkan ke Bali oleh pihak sekolah dan Pemkab Jembrana. “Kami dari pemerintah Jembrana berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait pemulangan jenazah korban ke Bali,” ujarnya.
Siap Godok 9 Ranperda Tersisa, DPRD Bangli Tunggu Dokumen Pengajuan Eksekutif
Disisi lain, Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi mengatakan, korban berangkat ke Malaysia secara legal melalui program sekolah dan telah dilengkapi perlindungan asuransi selama menjalani magang.
“Korban berangkat secara resmi dari sekolahnya dan sudah tercakup dalam asuransi. Saat ini korban masih berada di rumah sakit untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak rumah sakit dan kepolisian setempat, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban mengalami kelainan jantung dan meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak.
Pemprov Bali Laporkan Raperda Penyertaan Modal BPD Bali ke Kemendagri, Dirjen Otda Beri Lampu Hijau
“Hasil pemeriksaan rumah sakit dan kepolisian setempat sekitar pukul 16.00 Wita menyebutkan korban murni mengalami gangguan jantung. Saat ditemukan, kondisi dada korban sudah membiru. Usia korban 22 tahun. menurut penuturan keluarga, anaknya tidak memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya,” jelasnya.
Terkait proses pemulangan jenazah, Sri mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan sekolah. Karena korban tercatat dalam program asuransi magang dan meninggal dunia akibat sakit, seluruh proses pemulangan jenazah akan ditanggung hingga tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
“Untuk jadwal pemulangan, saat ini masih dalam proses pengurusan administrasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia. Pihak hotel dan perusahaan asuransi yang telah memiliki nota kesepahaman (MoU) tengah menangani proses tersebut. Informasi dari pihak sekolah, administrasi masih berjalan,” pungkasnya. Ts






