Denpasar,Persindonesia.com – Badan Narkotika Nasional Kota Denpasar (BNNK) Denpasar,dan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kota Denpasar ( KPA ) Kota Denpasar, Gelar giat sosialisasi bahaya narkoba dan HIV/AIDS kepada masyarakat dalam rangkaian kegiatan HUT Kota Denpasar ke-238, yang dilaksanakan di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar.Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber I GN Adhie Sunia Sugriwa.,S.H. dari Penggerak Swadata Masyarakat Katim ( P2M ) BNN Kota Denpasar. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan tren penyalahgunaan narkoba saat ini mengalami pergeseran modus, salah satunya melalui liquid rokok elektrik (vape) yang dicampur zat narkotika golongan tertentu. Modus ini dinilai berbahaya karena sulit dideteksi, terutama pada kalangan remaja dan pelajar, mengingat aroma liquid yang bercampur perisa buah dapat menyamarkan kandungan zat terlarang di dalamnya.
BNN mencatat, penyalahgunaan tidak lagi menyasar kalangan dewasa, tetapi telah merambah anak usia sekolah dasar hingga remaja. Dalam sejumlah sosialisasi di sekolah-sekolah di Denpasar, ditemukan fakta bahwa sebagian siswa telah mencoba rokok, termasuk vape, yang sebagian dipengaruhi oleh pergaulan, lingkungan keluarga, hingga akses pembelian yang relatif mudah. Bahkan, terdapat indikasi praktik penyewaan vape antar pelajar.

Selain itu, beliau juga menyoroti peningkatan kasus penyalahgunaan narkotika jenis baru yang telah masuk dalam regulasi nasional sebagai narkotika golongan II dan memiliki sanksi pidana tegas jika disalahgunakan. Meski beberapa jenis narkotika memiliki manfaat medis terbatas, penggunaannya hanya diperbolehkan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan tidak untuk disalahgunakan.
Menjawab pertanyaan dalam sesi tanya jawab dengan peserta terkait langkah preventif IGN Adhie Sunia Sugriwa menyampaikan, bahwa pihaknya telah menjalankan berbagai program pencegahan, termasuk sosialisasi rutin ke sekolah dasar hingga menengah, pembentukan duta anti narkoba, serta penguatan program Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) yang akan masuk dalam materi pembelajaran. Namun, keterbatasan personel menjadi tantangan sehingga diperlukan peran aktif sekolah dan masyarakat untuk mengundang serta berkolaborasi dalam giat edukasi.
IGN Adhie Sugriwa juga menegaskan “Upaya pemberantasan tidak dapat dilakukan sendiri oleh aparat penegak hukum saja, Pencegahan harus dimulai dari keluarga sebagai benteng utama, didukung sekolah, Desa, serta masyarakat luas. BNN juga membuka layanan pengaduan dan rehabilitasi bagi masyarakat yang ingin melaporkan atau secara sukarela menjalani rehabilitasi tanpa proses hukum, sepanjang tidak tertangkap dalam operasi penindakan”tegasnya.
Dan selaku Ketua DPD FIAN Kota Denpasar, Putu Eka Dharma Putra, S.H., mengucapkan terimakasih yang sedalam dalamnya kepada Bapak Walikota Denpasar dengan memberikan dukungannya terhadap giat FIAN yang bersinergi dengan BNNK Denpasar dan juga KPA Denpasar tentang sosialisasi ini, apalagi gelaran ini bertepatan dengan HUT Kota Denpasar yang ke-238, serta tidak lupa pula apresiasi setinggi tingginya kepada PT. Elnusa Petrofin Bali, sebagai mitra sponsor utama dan ibu ibu PKK Desa Pamogan sebagai peserta dan juga masyarakat umum yang di undang melalui link.

“Semoga kedepannya kami bisa memberikan yang terbaik dalam giat giat kemanusiaan berikutnya yang berkesinambungan, sehingga FIAN Denpasar menjadi organisasi terdepan memberikan kontribusi dalam giat kemanusiaan seperti sosialisasi P4GN dan HIV/AIDS ini”pungkas Pak Eka.
Giat ditutup dan berakhir pada pukul 12:00 Wita dan dilanjutkan dengan foto bersama.
Dudick






