Persindonesia.com Jembrana – Setelah sempat mengalami insiden kebakaran beberapa hari lalu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali mengoperasikan kapal berkapasitas besar KMP Portlink VII untuk membantu mengurai kepadatan arus kendaraan di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Pengoperasian kembali kapal tersebut dilakukan menyusul meningkatnya mobilitas kendaraan dan penumpang di Selat Bali.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, mengatakan pengoperasian kapal tersebut merupakan bagian dari upaya optimalisasi armada guna menjaga kelancaran layanan di salah satu lintas penyeberangan tersibuk di Indonesia. Kapal berkapasitas besar dinilai mampu mempercepat proses pemuatan kendaraan sekaligus meningkatkan kapasitas angkut dalam satu perjalanan.
“Dengan kapasitas angkut yang besar, KMP Portlink VII dapat membantu mempercepat pergerakan kendaraan dan penumpang, sehingga diharapkan mampu mengurangi antrean serta menjaga kelancaran arus penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, KMP Portlink VII memiliki kapasitas angkut sekitar 600 penumpang dalam satu perjalanan, serta mampu membawa kombinasi kendaraan hingga sekitar 30 unit truk dan 100 kendaraan kecil dalam sekali penyeberangan.
Tragedi Arus Mudik di Jembrana, Bocah 10 Tahun Tewas Ditabrak Mobil
“Sebelum kembali beroperasi, kapal ini telah menjalani proses perbaikan dan pengecatan ulang menyusul insiden kebakaran yang sempat terjadi. Setelah proses perbaikan rampung, kapal juga menjalani uji pelayaran (sea trial) guna memastikan seluruh sistem, termasuk mesin dan navigasi, berfungsi optimal serta memenuhi standar keselamatan pelayaran,” terangnya.
Windy menjelaskan, berdasarkan hasil pengujian tersebut, KMP Portlink VII dinyatakan layak dan siap kembali melayani pengguna jasa. “Kapal ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Sabtu (14/3) pukul 13.00 WIB di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk,” jelasnya.
Sementara itu, lanjut Windy, pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk yang akan menyeberang ke Pelabuhan Ketapang dalam beberapa hari terakhir mulai meningkat. Lonjakan ini dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan lebih awal, sekaligus aktivitas distribusi logistik yang memanfaatkan waktu operasional sebelum penutupan sementara penyeberangan saat Hari Raya Nyepi.
“Sejak Kamis (12/3), area parkir pelabuhan terlihat dipadati kendaraan roda dua, mobil pribadi, bus, hingga truk logistik. Seiring meningkatnya kendaraan yang datang dalam waktu berdekatan, antrean truk bahkan terpantau memanjang hingga kawasan Pasar Gilimanuk atau sekitar dua kilometer dari pintu masuk pelabuhan,” ucapnya.
Menuju Gilimanuk Padat, Truk Besar Akan Dialihkan dan Diperlambat
Sementara General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan peningkatan kendaraan logistik tersebut dipengaruhi oleh aktivitas distribusi barang yang berupaya menyeberang sebelum diberlakukannya pembatasan angkutan barang pada periode angkutan Lebaran. “Selain itu, sebagian masyarakat juga memilih melakukan perjalanan lebih awal untuk mengantisipasi penutupan sementara layanan penyeberangan saat perayaan Nyepi,” ujarnya.
Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, pihaknya bersama para pemangku kepentingan melakukan pengaturan operasional kapal serta manajemen antrean di pelabuhan. “Dalam kondisi tertentu, penyeberangan diprioritaskan bagi kendaraan penumpang seperti sepeda motor dan mobil pribadi guna menjaga mobilitas masyarakat, sementara kendaraan logistik tetap dilayani secara bertahap sesuai kapasitas kapal,” jelasnya.
Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada 13 Maret 2026 pukul 00.00–23.59 WIB atau H-8, jumlah perjalanan kapal tercatat sebanyak 220 trip. Realisasi penumpang dari Bali menuju Jawa mencapai 37.877 orang dengan total kendaraan 12.176 unit, terdiri dari 6.066 sepeda motor, 3.573 kendaraan kecil, 2.154 truk, dan 383 bus. Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-8, total penumpang tercatat 97.572 orang dengan 31.045 kendaraan.
Sementara itu, berdasarkan data Posko Ketapang pada periode yang sama, jumlah perjalanan kapal tercatat sebanyak 231 trip. Penumpang dari Jawa menuju Bali mencapai 26.173 orang atau meningkat 6,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dini Hari Memuncak, Arus Mudik Denpasar–Gilimanuk Sempat Tersendat hingga Tukadaya
Kendaraan truk tercatat sebanyak 2.604 unit atau meningkat 10,8 persen, sedangkan bus mencapai 635 unit atau naik 7,4 persen. Total kendaraan yang menyeberang dari Jawa menuju Bali mencapai 5.365 unit atau meningkat 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-8, jumlah penumpang dari Jawa ke Bali tercatat mencapai 66.305 orang dengan total kendaraan sebanyak 15.410 unit.
ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk mengikuti arahan petugas di pelabuhan serta mempersiapkan perjalanan dengan baik agar proses penyeberangan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Ts






