Bupati Adi Arnawa Resmikan Porum Cup IV, Dorong Lahirnya Atlet Voli Berprestasi

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa disela Turnamen Bola Voli Porum Cup IV

BADUNG Persindonesia.com –  Turnamen Bola Voli Porum Cup IV kembali digelar di Banjar Umahanyar, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal. Kegiatan tahunan ini resmi dibuka oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa pada Senin (4/5/2026), yang ditandai dengan servis pertama sebagai simbol dimulainya pertandingan.

Pembukaan turnamen tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya anggota DPRD Badung Ni Luh Putu Sekarini, Plt. Camat Abiansemal bersama unsur Tripika, Perbekel Darmasaba IB Surya Prabawa Manuaba, serta unsur adat dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menilai konsistensi pelaksanaan Porum Cup hingga tahun keempat menunjukkan komitmen kuat masyarakat Banjar Umahanyar dalam mengembangkan olahraga, khususnya bola voli. Ia menyebut wilayah Darmasaba memiliki potensi besar dalam mencetak atlet-atlet unggulan. “Turnamen ini menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan. Saya yakin dari sini akan muncul pemain-pemain potensial yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Tak hanya berfokus pada aspek olahraga, Bupati juga menyoroti dampak ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran turnamen mampu menggerakkan sektor usaha kecil dan menengah di sekitar lokasi kegiatan.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Badung memberikan bantuan dana sebesar Rp30 juta guna mendukung kelancaran pelaksanaan turnamen.

Ketua Panitia Porum Cup IV, I Wayan Wiastra, menjelaskan bahwa turnamen ini dirancang sebagai ajang kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas sekaligus mempererat hubungan antar pemuda. Ia menyebut pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk Sekaa Teruna dan PKK. “Selain kompetisi, ini juga menjadi sarana kebersamaan serta penggalian dana untuk kegiatan kepemudaan di banjar kami,” jelasnya.

Porum Cup IV diikuti oleh 32 tim dari berbagai kabupaten/kota di Bali dan dijadwalkan berlangsung selama sekitar 35 hari. Turnamen ini diharapkan tidak hanya melahirkan atlet berbakat, tetapi juga memperkuat solidaritas dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.  @K*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *