Polisi Tetapkan 15 Tersangka Kerusuhan Stadion Lukas Enembe, Warga Soroti Keamanan Pertandingan

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito

Jayapura Persindonesia.com –  Polres Jayapura menetapkan 15 orang sebagai tersangka dalam kasus kerusuhan yang terjadi di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, usai pertandingan antara Persipura melawan Adhyaksa FC beberapa waktu lalu.

Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan terhadap puluhan orang yang sebelumnya diamankan pasca kericuhan yang terjadi setelah laga berakhir dengan kekalahan Persipura 0-1 pada Jumat (8/5/2026).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito mengatakan, dari total 41 orang yang sempat diamankan, sebanyak 15 orang kini resmi ditetapkan sebagai tersangka. Sementara sebagian lainnya dipulangkan dengan status wajib lapor.

Menurut polisi, kerusuhan tersebut memicu berbagai tindak pidana, mulai dari pencurian kendaraan bermotor, pengeroyokan, penganiayaan, hingga perusakan fasilitas dan barang milik masyarakat.  “Polres Jayapura sudah menerima puluhan laporan dari masyarakat terkait kejadian tersebut,” ujar Cahyo di Jayapura, Senin (18/5/2026).

Selain menetapkan tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 35 unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan aksi kerusuhan. Masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan diminta datang ke Polres Jayapura dengan membawa dokumen kepemilikan untuk proses pengecekan.

Di sisi lain, sejumlah warga mengapresiasi langkah kepolisian yang dinilai cepat menangani kerusuhan dan mengusut berbagai tindak pidana yang terjadi setelah pertandingan berlangsung.

Namun, masyarakat juga memberikan kritik ringan terkait sistem pengamanan saat pertandingan berlangsung. Beberapa warga menilai pengawasan aparat di area stadion masih perlu ditingkatkan agar kerusuhan serupa tidak kembali terjadi pada pertandingan besar berikutnya. “Kalau pertandingan besar seharusnya pengamanan lebih diperketat, supaya penonton yang datang merasa aman,” ujar salah seorang warga Jayapura.

Selain itu, warga berharap pihak penyelenggara pertandingan dan aparat keamanan dapat lebih siap mengantisipasi potensi kericuhan, terutama saat tensi pertandingan tinggi dan melibatkan banyak suporter.

Polisi memastikan proses hukum terhadap para tersangka akan terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus meningkatkan evaluasi pengamanan dalam setiap kegiatan olahraga berskala besar di Papua.

Tim@Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *