PERSINDONESIA.COM – Komitmen yang tinggi dan kerjasama yang solid menjadi motivasi Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra saat memberikan arahan kepada seluruh jajaran pemerintah desa untuk memaksimalkan pemanfaatan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dalam penanganan masalah sampah, bertempat di ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Selasa (2/6).
Dana BKK ini bukan sekadar bantuan operasional rutin, melainkan instrumen kebijakan strategis untuk mendorong kemandirian desa. Dana BKK ini harus menjadi stimulus perubahan perilaku masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah.
Baca Juga : Menteri LH Dorong Percepatan Penanganan Sampah dan Perketat Pengawasan
“Desa didorong untuk menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan sampah di wilayahnya masing-masing. Permasalahan sampah tidak akan selesai jika kita hanya mengandalkan teknologi di hilir. Kuncinya ada pada kesadaran kolektif dan penguatan tata kelola di tingkat desa”, ujar Bupati Klungkung I Made Satria.
Bupati Satria juga menargetkan penguatan sistem di tingkat desa ini dapat berjalan beriringan dengan optimalisasi TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Center Karangdadi Kusamba yang kini tengah digenjot kapasitasnya menggunakan teknologi modern seperti pyrolysis dan pengolahan menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).
Selain itu, Bupati juga memperkenalkan teknologi pirolisis. Teknologi ini merupakan metode pemusnahan sampah melalui proses dekomposisi termal tanpa oksigen, yang tidak hanya mereduksi volume sampah secara signifikan, tetapi juga mengubahnya menjadi produk bernilai guna seperti arang yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali.
“Saya berharap masyarakat juga semakin bersemangat dalam memilah sampah dari rumah. Teknologi sudah ada, dukungan pemerintah siap, sekarang tinggal sinergi kita dan paling penting tingkatkan kesadaran bersama untuk mewujudkan Klungkung bersih dan asri,” ungkapnya.
Berdasarkan keputusan terbaru, sebanyak 42 desa pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Klungkung masing-masing menerima kucuran dana sebesar Rp 200 juta. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen besar Pemkab Klungkung dalam mewujudkan desentralisasi pengelolaan sampah berbasis hulu atau dari sumbernya langsung.
Baca Juga : Bupati Satria Motivasi Kontingen Porjar Klungkung Junjung Sportivitas dan Dulang Prestasi
Hal senada juga disampaikan Wabup Tjok Surya agar nantinya dana BKK ini bisa digunakan dengan penuh rasa tanggung jawab untuk mengelola sampah. “Jadi melalui pertemuan ini Kepala Desa agar bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi terutama dalam hal terpenting tolong gunakan anggaran dana ini dengan rasa tanggung jawab untuk mengelola sampah dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (*)






