ATR/BPN Pastikan Kepastian Tata Ruang Dukung Papua Selatan Jadi Kawasan Strategis Pangan Nasional

Rapat koordinasi yang membahas percepatan proyek strategis Papua Selatan

Jakarta Persindonesia.com (BPN Gianyar) – Pengembangan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Papua Selatan terus menunjukkan kemajuan. Dalam rapat koordinasi yang membahas percepatan proyek strategis tersebut, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan komitmennya dalam menyiapkan aspek tata ruang dan legalitas pemanfaatan lahan sebagai fondasi utama pembangunan kawasan.

Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menyampaikan bahwa dukungan kementeriannya tidak hanya sebatas penyediaan regulasi, tetapi juga memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan ruang yang telah ditetapkan pemerintah.

Salah satu langkah yang telah diselesaikan adalah penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Papua Selatan. Dokumen tersebut menjadi pedoman penting dalam mengarahkan pembangunan kawasan agar selaras dengan tujuan menjadikan Papua Selatan sebagai sentra pangan, energi, dan pengelolaan sumber daya air nasional.

Selain RTRW, penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) juga terus dipercepat. Keberadaan RDTR dinilai penting karena memberikan kepastian hukum bagi pelaksanaan investasi maupun pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan tersebut. Sejumlah RDTR yang telah ditetapkan bahkan sudah terhubung dengan sistem Online Single Submission (OSS) untuk mendukung kemudahan perizinan berusaha.

Dalam aspek pemanfaatan ruang, ATR/BPN juga telah menerbitkan beberapa Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) yang akan digunakan untuk mendukung pengembangan sektor pertanian, pembangunan pelabuhan pendukung logistik, hingga pengembangan perkebunan. Sementara itu, sejumlah permohonan lainnya masih dalam proses evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Ossy, percepatan pembangunan di Papua Selatan harus didukung kepastian hukum dan tata ruang yang jelas agar investasi maupun program pemerintah dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, Papua Selatan memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kawasan andalan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal tersebut diperkuat dengan tingginya capaian Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) yang menunjukkan kesiapan daerah dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif.  “Kami ingin memastikan setiap tahapan pembangunan memiliki dasar tata ruang yang kuat sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan mendukung agenda pembangunan nasional,” ujarnya.

Rakortas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan tersebut turut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait guna menyinergikan langkah percepatan pembangunan kawasan. Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap Papua Selatan dapat berkembang menjadi pusat produksi pangan, energi, dan bioindustri baru yang berperan penting dalam memperkuat ketahanan nasional di masa depan.

Humas ATR/BPN Kabupatan Gianyar.
Sumber : Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *