Persindonesia.com Jembrana – Arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk terus mengalami peningkatan selama masa libur sekolah. Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang kendaraan yang mengular dari kawasan pelabuhan hingga ke ruas Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk pada Rabu (24/6/2026) malam.
Kepadatan lalu lintas sebenarnya mulai terlihat sejak akhir pekan lalu. Peningkatan jumlah pengguna jasa penyeberangan yang bertepatan dengan musim liburan sekolah diperparah oleh kondisi cuaca buruk di perairan Selat Bali.
Saat dikonfirmasi, Kanit Lantas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Kukuh Emanuel, mengatakan antrean kendaraan hampir terjadi setiap malam dalam beberapa hari terakhir. Bahkan pada Rabu malam, panjang antrean dilaporkan telah mencapai kawasan Gelung Kori Gilimanuk atau sekitar 1,5 kilometer dari area pelabuhan.
Pukau Ribuan Pengunjung, Bapang Barong Ket Duta Bangli Guncang Panggung Ardha Candra
“Hampir setiap malam ada antrean. Malam ini, ekor antrean sudah sampai Gelung Kori Gilimanuk, sekitar 1,5 kilometer dari pelabuhan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurut Kukuh, antrean didominasi kendaraan angkutan barang dan bus pariwisata yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa. Untuk mengurangi kepadatan, petugas kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan kecil melalui sejumlah jalan lingkungan warga menuju pelabuhan. “Anggota kami sudah mengarahkan kendaraan kecil melalui Gang 1 menuju pelabuhan,” katanya.
Data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menunjukkan volume kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk mengalami lonjakan signifikan. Pada Minggu (21/6/2026), jumlah kendaraan yang dilayani mencapai 9.571 unit atau naik 23 persen dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 7.769 unit.
Klungkung Siapkan Layanan Multi Sektor Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan
Peningkatan terbesar terjadi pada kendaraan pribadi roda empat yang melonjak sekitar 30 persen, dari 1.681 unit menjadi 2.188 unit. Selain tingginya mobilitas masyarakat saat liburan sekolah, lonjakan tersebut juga dipengaruhi terganggunya operasional dua kapal Long Distance Ferry (LDF) milik PT ALP sehingga sebagian angkutan barang dialihkan ke kapal ferry reguler.
Sementara, Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Bintang Felfian, mengungkapkan antrean kendaraan telah terjadi sejak Sabtu (21/6/2026) dan masih berlangsung hingga saat ini. “(Antrean) masih terjadi sampai sekarang. Hanya saja antreannya tidak rapat atau bolong-bolong,” ujarnya.
Bintang menjelaskan, terdapat dua faktor utama yang menyebabkan kepadatan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Pertama, kondisi cuaca di Selat Bali yang ditandai arus laut kuat dan angin kencang sehingga proses bongkar muat kapal harus disesuaikan demi menjaga keselamatan pelayaran.
Implementasi 12 Kebijakan Pro ASN Berbuah Manis, Jembrana Raih Penghargaan Nasional dari BKN
“Kondisi cuaca membuat proses operasional perlu penyesuaian agar aspek keselamatan tetap terjaga,” katanya.
Faktor kedua adalah meningkatnya volume kendaraan secara signifikan seiring dimulainya masa libur sekolah yang mendorong mobilitas masyarakat antarpulau.
Untuk mengurai antrean, ASDP telah melakukan sejumlah langkah percepatan layanan. Salah satunya dengan menambah armada penyeberangan melalui pengoperasian kapal bantuan jenis Landing Craft Mechanized (LCM) dengan skema Full TBB (Tiba-Bongkar-Berangkat) guna mempercepat pergerakan kendaraan.
Truk Fuso Tabrak Antrean di Pelabuhan Gilimanuk, Satu Sopir Luka
“KMP Pratitha juga dioperasikan di dermaga ponton dan difokuskan melayani kendaraan roda dua agar proses distribusi kendaraan di pelabuhan lebih lancar,” ucapnya.
ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan agar merencanakan perjalanan dengan baik, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta memantau perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan melalui lintasan Ketapang-Gilimanuk. Ts






