Tampak siaga jajaran polres kota Tegal saat Demo Dukungan masyarakat dan pemerintah di Depan Dprd kota Tegal
Persindonesia.com – Suasana di depan Gedung DPRD Kota Tegal kembali memanas, namun kali ini dengan narasi yang berbeda. Ribuan massa yang tergabung dalam kelompok Rakyat Tegal Bersatu (RATU) menggelar aksi damai pada Jumat (3/7/2026), sebagai respons atas maraknya gelombang penolakan terhadap tempat hiburan malam Helen’s Night Mart
Berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya, massa RATU hadir bukan untuk memicu konflik, melainkan untuk menyuarakan dukungan penuh terhadap kebijakan investasi Pemerintah Kota Tegal. Di tengah ketegangan yang sempat menyelimuti kota, mereka membawa pesan krusial masyarakat jangan mau diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.
“Jangan Mau Diadu Domba”
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Dodi, menegaskan bahwa kehadiran mereka murni merupakan aspirasi warga yang mendambakan stabilitas dan kedamaian di Kota Tegal. Ia menolak anggapan bahwa aksi ini merupakan “aksi tandingan”.
“Kami hadir karena ingin Kota Tegal aman dan damai.
Kami tegaskan, masyarakat jangan mau diadu domba oleh siapapun demi kepentingan segelintir orang,” ujar Dodi di sela-sela aksi.
Ekonomi Jadi Fokus Utama
Dalam orasinya, Dodi memaparkan bahwa keberadaan investor, termasuk Helen’s Night Mart,adalah katalisator bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, investasi jangka panjang memiliki dampak domino yang positif bagi warga lokal.
“Investor memberikan manfaat nyata. Mereka menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan daerah, dan yang terpenting, memberdayakan ekonomi lokal. Kita membuka akses bagi masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam gerak laju pertumbuhan ekonomi kota,” tambahnya.
Aksi Berjalan Kondusif
Meski massa yang hadir mencapai ribuan orang, aksi berlangsung dengan tertib. Terpantau di lokasi, massa membentangkan berbagai spanduk dan poster berisi dukungan bagi iklim investasi yang sehat di Tegal.
Pihak kepolisian tampak bersiaga penuh untuk memastikan keamanan di sekitar lokasi gedung wakil rakyat tersebut. Hingga akhir aksi, massa membubarkan diri dengan tertib tanpa ada gesekan berarti, meninggalkan pesan bahwa masyarakat Tegal lebih memilih kemajuan ekonomi dibandingkan perpecahan sosial.( Red Kar)






