Kayuhan Perdamaian dari Iran Singgah di Jembrana

Persindonesia.com Jembrana – Di saat dunia masih dibayangi konflik dan peperangan, seorang perempuan asal Iran memilih menyampaikan pesan yang berbeda. Bukan melalui mimbar atau forum internasional, melainkan dengan mengayuh sepeda melintasi ribuan kilometer, menembus batas negara demi menyebarkan semangat perdamaian.

Perempuan itu adalah Arezoo Eskandari, pesepeda sekaligus Duta Pariwisata Isfahan, Iran. Sejak memulai perjalanannya dari kampung halaman, ia telah menempuh sekitar 8.000 kilometer melintasi sejumlah negara di Asia sebelum akhirnya tiba di Indonesia pada Juni 2026.

Bagi Arezoo, perjalanan ini bukan sekadar menjelajahi tempat-tempat baru. Setiap kayuhan menjadi simbol persaudaraan lintas bangsa sekaligus ajakan untuk menjalani kehidupan yang lebih sederhana melalui kampanye slow life. Ia juga membawa misi mengenalkan budaya Iran kepada masyarakat dunia dan membuktikan bahwa negaranya adalah tempat yang damai, berbeda dari stigma yang selama ini berkembang.

Mantan Ketua DPRD Bangli Sah Terpilih Jadi Bendesa Adat Bangbang

Indonesia menjadi salah satu tujuan penting dalam ekspedisinya. Selama sekitar satu bulan, Arezoo berencana mengayuh sepeda dari Jakarta melintasi Pulau Jawa hingga mencapai Bali. Setelah tiba di Pulau Dewata pekan lalu, ia melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Jembrana, wilayah paling barat Bali.

Di Jembrana, Arezoo didampingi petugas Balai Pelestarian Kebudayaan Bali, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengenal lebih dekat kekayaan sejarah dan budaya daerah tersebut.

Salah satu lokasi yang dikunjunginya adalah rumah panggung khas masyarakat Muslim di Kelurahan Loloan Timur. Ia juga menyempatkan diri mengunjungi Puri Agung Negara, bangunan bersejarah yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Jembrana sekaligus kediaman Gubernur Bali pertama, Anak Agung Bagus Sutedja.

Bawa Kisah Pura Luhur Pasatan ke Ardha Candra, Gong Kebyar Jembrana Sukses Pukau Penonton PKB

Bagi Arezoo, kunjungan itu memberikan gambaran nyata tentang keberagaman budaya Indonesia. Puri Agung Negara tidak hanya menyimpan nilai sejarah kerajaan, tetapi juga menjadi simbol harmoninya hubungan antara umat Hindu dan Muslim yang telah terjalin sejak masa Kerajaan Jembrana.

Dalam perjalanannya, Arezoo mengaku telah melintasi China, Vietnam, Laos, Malaysia, hingga akhirnya tiba di Indonesia. Dari Bali, ia berencana melanjutkan ekspedisinya menuju India, Nepal, dan Pakistan.

“Saya memulai perjalanan ini dari Iran, kemudian ke China, Vietnam, Laos, Malaysia, dan sekarang di Indonesia. Setelah dari Bali saya akan melanjutkan perjalanan ke India, Nepal, dan Pakistan. Misi saya adalah menyampaikan pesan perdamaian, memperkenalkan budaya Iran, dan menunjukkan kepada dunia bahwa Iran adalah negara yang damai. Saya berharap semakin banyak orang yang tidak ragu untuk datang dan mengenal Iran secara langsung,” ujarnya.

Buruh Nelayan Tewas Terlindas Truk Trailer di Jalur Denpasar-Gilimanuk

Arezoo dijadwalkan berada di Bali hingga Rabu pekan depan. Selama berada di Pulau Dewata, ia akan mengunjungi sejumlah destinasi wisata dan situs budaya sambil terus memperkenalkan budaya Iran kepada masyarakat yang ditemuinya.

Bagi Arezoo, setiap kayuhan bukan hanya perjalanan menuju negara berikutnya. Di balik roda yang terus berputar, tersimpan harapan sederhana bahwa perdamaian dapat dimulai dari pertemuan, saling mengenal, dan menghargai perbedaan antarbangsa. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *