Penutupan kegiatan yang berlangsung di Pendopo Widya Sasana Bhumi, Politeknik Agraria STPN, Senin (13/7/2026)
D.I. YOGYAKARTA, Persindonesia.com β Sebanyak 619 taruna dan taruni Politeknik Agraria STPN resmi menuntaskan program Kuliah Kerja Nyata PertanahanβPraktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) Tematik Tahun Akademik 2025/2026. Penutupan kegiatan yang berlangsung di Pendopo Widya Sasana Bhumi, Politeknik Agraria STPN, Senin (13/7/2026), sekaligus menjadi momentum penyerahan kembali para peserta setelah menyelesaikan pengabdian di berbagai wilayah selama kurang lebih empat bulan.
Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah Kementerian ATR/BPN, Andi Tenri Abeng, menyampaikan bahwa pengalaman yang diperoleh para taruna selama mengikuti KKNP-PTLP menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja di sektor pertanahan. Menurutnya, pembelajaran langsung di lapangan memberikan nilai tambah yang tidak diperoleh hanya melalui proses akademik di kelas.Β “Pengalaman ini diharapkan menjadi praktik terbaik bagi seluruh peserta dalam membangun kompetensi dan profesionalisme. Kami berharap para taruna nantinya dapat menjadi bagian dari sumber daya manusia yang memperkuat Kementerian ATR/BPN,” ujarnya.
Program KKNP-PTLP Tematik yang untuk pertama kalinya diterapkan oleh Politeknik Agraria STPN tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan program strategis Kementerian ATR/BPN. Para taruna diterjunkan untuk membantu penyediaan Informasi Geospasial Tematik (IGT) di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sebagian peserta juga menjalankan tugas pemulihan administrasi pertanahan di wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang.
Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, mengungkapkan bahwa hasil pelaksanaan program menunjukkan capaian yang signifikan. Taruna berhasil menyelesaikan pemetaan sebanyak 90.470 bidang tanah kategori KW 4, 5, dan 6 di Provinsi Jawa Tengah serta 133.565 bidang tanah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, mereka juga melakukan restorasi 1.652 boks arsip pertanahan, atau setara 330,4 meter linier, di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya pemulihan arsip pascabencana.Β “Capaian tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata taruna dalam mendukung pembaruan data pertanahan berbasis digital sekaligus mempercepat pemulihan arsip pertanahan di daerah terdampak bencana,” jelas Sri Yanti Achmad.
Ia menambahkan, keberhasilan KKNP-PTLP Tematik tidak hanya diukur dari target pekerjaan yang berhasil diselesaikan, tetapi juga dari meningkatnya kemampuan peserta dalam memahami proses bisnis pelayanan pertanahan, bekerja secara kolaboratif, menyelesaikan persoalan di lapangan, serta menanamkan nilai profesionalisme, integritas, dan pelayanan publik.
Menurutnya, pengalaman lapangan tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki integritas tinggi, dan siap mendukung transformasi pelayanan pertanahan serta tata ruang di Indonesia.
Prosesi penutupan ditandai dengan pelepasan rompi KKNP-PTLP secara simbolis oleh Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah Kementerian ATR/BPN. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan serah terima peserta yang dipandu Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Bahrun Munawir, bersama Kepala Biro Umum dan Layanan, Awaludin.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatra Utara Nugraha, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah Sri Pranoto, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi D.I. Yogyakarta Sepyo Achanto, serta secara daring Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh Arinaldi, yang bersama-sama menyampaikan laporan pelaksanaan sekaligus pengembalian peserta KKNP-PTLP Tematik Tahun Akademik 2025/2026.
Redaksi Persindo & Humas ATR/BPN Kabupatan Gianyar.
Sumber : Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional






