Persindonesia.com Jembrana – Suasana Festival Mekepung Jembrana di Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, semakin meriah ketika Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna turut menjajal menjadi joki, Minggu (23/8/2026).
Keduanya mengendarai pasangan kerbau di lintasan dan memacu hewan tersebut menuju garis finis. Aksi itu disambut sorak-sorai penonton yang memadati arena festival.
Festival Mekepung tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT Kota Negara ke-131. Ajang ini sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyaksikan kembali tradisi mekepung yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan, mekepung tidak hanya berkaitan dengan perlombaan adu cepat kerbau. Menurutnya, tradisi tersebut juga mengandung nilai kebersamaan, sportivitas dan gotong royong yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Jembrana.
Bupati Adi Arnawa Hadiri Peringatan HUT ke-26 BKS-LPD Badung di Wantilan Pura Lingga Bhuwana
“Ini tradisi kita. Mekepung bukan hanya soal siapa yang paling cepat, tetapi bagaimana kita menjaga budaya dan menumbuhkan kembali, sehingga peminatnya makin hari makin bertambah di Jembrana,” ujar Kembang.
Ia mengatakan pemerintah daerah akan terus memberikan ruang bagi komunitas dan kegiatan masyarakat untuk berkembang, termasuk kegiatan yang melibatkan generasi muda dan memperkenalkan budaya Jembrana.
Sementara itu, Koordinator Seka Mekepung Jembrana, I Made Mara, mengatakan Festival Mekepung Jembrana 2026 diikuti 268 pasang kerbau.
Peserta terbagi dalam dua regu, yakni Regu Barat dengan 144 pasang kerbau dan Regu Timur sebanyak 124 pasang.
Bupati Adi Arnawa Hadiri Peringatan HUT ke-26 BKS-LPD Badung di Wantilan Pura Lingga Bhuwana
Selain dibagi berdasarkan regu, peserta juga dikelompokkan ke dalam empat kategori. Grup A terdiri atas 10 seka, Grup B sebanyak 20 seka, Grup C sebanyak 30 seka, sedangkan peserta lainnya masuk Grup D.
Setiap grup menetapkan satu juara. Nilai yang diperoleh masing-masing regu kemudian diakumulasikan untuk menentukan juara umum.
Dalam hasil perlombaan, Regu Ijogading Barat mendominasi seluruh kategori. Regu tersebut menjadi juara Grup A dan berhak atas hadiah Rp25 juta, juara Grup B dengan hadiah Rp22 juta, juara Grup C dengan hadiah Rp18 juta, serta juara Grup D dengan hadiah Rp10 juta.
Perolehan tersebut membuat Ijogading Barat keluar sebagai Juara Umum I dengan hadiah Rp40 juta. Sementara Ijogading Timur menempati Juara Umum II dengan hadiah Rp35 juta.
Bupati Badung Menghadiri Perayaan HUT mengangkat tema “26 Tahun BKS LPD Badung
Total hadiah yang diperebutkan dalam Festival Mekepung Jembrana 2026 mencapai Rp150 juta. Selain hadiah kejuaraan, seluruh peserta juga mendapatkan dana kehadiran sebesar Rp3 juta sebagai bentuk penghargaan atas keikutsertaan mereka.
Made Mara mengatakan, festival tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu upaya menjaga keberadaan mekepung sebagai bagian dari identitas budaya Jembrana.
“Kami sebagai komunitas pecinta mekepung berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi tontonan masyarakat lokal, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus memperkenalkan Jembrana lebih luas,” katanya.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan mekepung penting agar tradisi tersebut tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Karnaval Wonokerto Spektaculer HUT RI ke 81, Kreativitas Anak Bangsa Tanpa Batas
“Harapannya mekepung tetap hidup, semakin dikenal dan bisa menjadi bagian dari potensi pariwisata Jembrana,” pungkasnya.
Festival tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Jembrana, kepala OPD terkait, serta ratusan masyarakat dan penggemar mekepung dari berbagai wilayah di Jembrana. HJ






