Bondowoso, Persindonesia – Sejauh ini keadaan sampah di desa Tamanan masih saja terlihat tidak terkendali dilihat dari hasil monitoring PAC JPKPN Tamanan.
Jauh dari harapan sebelumnya yang telah dimuat di pemberitaan awal terkait SAMPAH.
Kendala Armada yang tidak bisa standby atau tidak rutin menangani sampah yang menumpuk yang seharusnya menjadi tanggung jawab DLHP Bondowoso.
Setelah dilakukan gotong royong, 31 Desember tahun lalu dengan dikerahkan Armada dari DLHP hanya pada saat itu juga dikerahkan, “Lalu apakah hanya Intermeso saja menanggapi keluhan masyarakat ? Sekiranya ada kendala aturan, tentunya koordinasi perlu antar lintas sektok baik pihak Pemerintah Desa dengan DLHP Bondowoso tentunya dan minimal per minggu sekali diangkut sampah sampah tersebut tidak harus menumpuk seperti bulan lalu” ujar Ageng geram.

“Sampah ini sarang penyakit, belum lagi Covid-19 sangat mempengaruhi masyarakat yang memiliki latar belakang penyakit, maka penyakit disampah dan virus Covid-19 akan menjadi trigger buat warga yanh sakit, kasihan kan! ” ungkap Ageng menambahkan.
Selanjutnya, awak media menanyakan langlah apa yang diambil Ageng selaku Ketua PAC JPKPN Tamanan, “Saya terus akan perjuangkan masalah Kebersihan Tamanan dimulai dari Sampah, saya minta pihak DLHP dan Desa benar benar memikirkan solusinya untuk masyarakat Tamanan” sahut Ageng
Menurut informasi yang diterima Ageng via Whatsapp, DLHP sendiri sudah koordinasi langsung dengan Irwan Bahtiar , Wakil Bupati Bondowoso bahwa saat itu terbantukan dengan 4 kontainer dan untuk selanjutnya akan ditertibkan oleh desa dalam hal ini pembuangan sampahnya dengan berkoordinnasi dengan DLHP , namun sudah 2 minggu ini tidak nampak adanya pengerahan seperti yang di informasikan, entah apakah kendala dari DLHP atau dari Pihak Desanya ?
(Nusul)






