KENALKAN AL QUR’AN KEPADA PENYANDANG TUNA NETRA

SURABAYA,Persindonesia,- Di latarbelakangi oleh banyaknya tuna netra yang belum bisa membaca Al-Qur’an Braille. Hal tersebut, dikarenakan tidak semua tuna netra mengalami disabilitas dari lahir sehingga mereka belum sempat belajar huruf braille. Tuna netra sering sekali menerima sumbangan Al-Quran Braille, namun mereka mengalami kesulitan dalam memahami Al-Quran Braille.

Untuk itu mereka membutuhkan pembelajaran Al-Quran Braille. Atas permasalahan tersebut, Kawan Netra mengadakan kegiatan Pelatihan Guru Quran Braille yang bertujuan untuk mencetak guru mengaji Al Quran Braille di kalangan tuna netra.
Kawan Netra hadir untuk mendampingi tuna netra dalam pelaksanaan kegiatan
pelatihan guru Al-Qur’an Braille sebagai fasilitator dan panitia penyelenggara.

Kawan Netra itu sendiri adalah unit kegiatan di bawah yayasan Urunan Kebaikan (UK), yang mana berisi anak – anak muda peduli kaum disabilitas netra. Yayasan Urunan Kebaikan sejak awal pendiriannya sudah sangat concern dengan keberadaan tuna netra. Ada banyak program yang telah
dijalankan oleh Urunan Kebaikan yang berkaitan dengan tuna netra diantaranya adalah sembako untuk tuna netra, khataman Al-Qur’an Braille, kelas manajemen tuna netra, pendampingan sekolah pijat, kampanye ayo pijat ke tuna netra, dan training of trainer tuna netra baca Al-Qur’an Braille.

InsyaAllah kegiatan Pelatihan Guru Al-Qur’an Braille akan diadakan pada hari Sabtu sampai Rabu, 27-31 Maret 2021 di Jalan Kalisari I No. 7 Surabaya (Masjid An-Nuur) dan di Apartemen Twin Tower untuk menginap. Dalam kegiatan ini terdapat 17 peserta dan 5 trainer (total 22 orang).

Pelatihan ini dibagi beberapa kegiatan yaitu masa pelatihan selama 5 hari dan tiga bulan pengabdian. Kegiatan pengabdian tersebut di beri nama “Tuna netra mengajar mengaji”. Pengabdian ini dilakukan oleh peserta dan trainer disekitar lingkungannya masing- masing berupa pengajaran membaca Al-Qur’an Braille. Kegiatan tersebut disupport oleh relawan kawan netra yang akan membantu dalam transportasi pengantaran dan penjemputan guru tuna netra. Rangkaian kegiatan tersebut mengangkat tema “Gerakan Tuna Netra Mengaji” diharapkan dapat memberantas buta huruf Al-Qur’an Braille.

Kegiatan ini menjadi menarik karena salah satu trainer adalah seorang tuna netra lulusan S2 di London Metropolitan University England, dengan gelar Master of Education.
Beliau adalah Zainul Muttaqin, S.Ag., M.A, yang saat ini bekerja di Kementerian Agama (Kemenag). Selain itu, juga ada Ummi Sa’adah yang memiliki kemampuan untuk membaca
huruf braille walaupun beliau seorang awas (orang yang dapat melihat).

(mustdiant/TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *