SUMENEP, Persindonesia,-Pagerungan Besar, merupakan bagian dari Kepulauan Sapeken, terletak di ujung Timur Pulau Jawa. Salah satu pulau terluar bagian Timur dari Provinsi Jawa Timur. Pulau ini berada di sebelah Timur Pulau Pagerungan Kecil.
Kehidupan masyarakat pulau ini terlihat sederhana, tapi perekonomiannya sudah terjamin, bahkan banyak juga yang hidup berkecukupan.
Hal ini terlihat dari bangunan rumahnya yang cukup bagus. Tetapi, di pulau ini tidak terlihat adanya mobil, karena Alat transportasi di pulau ini adalah motor dan becak. Para nelayan biasanya menggunakan gerobak dorong guna mengangkut ikan hasil tangkapan menuju pasar desa.
Pulau Pagerungan Besar, juga penghasil ikan dasar yang terbilang tinggi. Jenis ikan yang banyak ditemukan di daerah Pagerungan Besar adalah Ikan Kakap Merah, Ikan Kakap Putih dan Ikan Kerapu.
Namun begitu, masyarakat pulau ini sebagian besar, membeli kebutuhan sehari-hari harus ke Banyuwangi, dengan berlayar sekitar 6 sampai 9 jam, sedangkan jika ke Kota Sumenep dibutuhkan waktu sekitar 12 jam.
Dedi Yudiyanto, Pemuda aktif warga Pulau Pagerungan Besar menuturkan, Pulau ini membutuhkan Sarana Dermaga/Pelabuhan yang menjadi pintu masuk Pulau SapeÄ·en masih belum memadai, saat ini dermaganya hanya bisa dipakai sandar untuk prau prau kecil, kapal perintis tidak bisa sandar sampai ke tepi, dan ini sangat merepotkan, Bagi masyarakat disini dermaga yang layak sangat di inginkan untuk keberlangsungan kehidupan sehari hari.
Pelabuhan/Dermaga sangat di butuhkan terlebih lagi untuk mengembangkan potensi wisata di pulau ini.
Di Sarana penerangan, aliran listrik sudah mulai tertata meskipun masih terbatas di pulau ini. Penerangan dari Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) tidak bisa memenuhi kebutuhan listrik penduduk Pagerungan Besar tandasnya. PT. Kangean Energy Indonesia ( KEI ) sebagai penyedia listrik belum mampu menyalurkan listrik ke masyarakat secara bersama sama.
“Penerbangan yang selama ini hanya ada rute Pagerungan Besar ke Sumenep, juga klo bisa jalur penerbangan ditambahkan dari Pagerungan besar ke Banyuwangi karena lalulintas bisnis warga di Pagerungan Besar kebanyakan di Banyuwangi.” Imbuh Kang Dedi biasa di sapa.
Secara administratif, Pulau ini berada di Wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Indonesia, tetapi secara kultural, penduduk desa ini justru memiliki kultur Sulawesi. Bahasa yang digunakan pun Bahasa Mandar berasal dari Sulawesi Barat dan Bahasa Bajo yang konon berasal dari Sulawesi Tenggara. Bahkan warga pulau ini hampir tidak ada yang bisa bahasa Madura.
Dedi berharap, Pemerintah Daerah dan Instansi terkait ikut terlibat dan segera benahi atau di bangun Dermaga/Pelabuhan di Pulau ini, untuk mempermudah masyarakat yang akan keluar atau masuk ke pulau Sapeken ini. Dan jaringan layanan PLN juga bisa segera dinikmati masyarakat pulau Pagerungan Besar dan sekitarnya tanpa harus nunggu malam, demikian pun layanan internet juga bisa di rasakan manfaatnya oleh warga pulau ini., menutup perbincangan. (gajah/TIM)






