LPD Kedonganan Salurkan Bantuan 10 Ton Daging dan 29 Ton Beras Menyambut Hari Raya

Persindonesia.con Badung – Menyambut Hari Raya Galungan yang juga masih dimasa pandemi Covid-19 yang sudah setahun lebih, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kedonganan membantu warganya dengan membagika daging babi serta beras.

Dalam masa pandemi ini banyak lembaga keuangan tidak mampu bertahan sehingga beberapa tidak jalan, lain dari pada LPD Desa Adat Kedongan dimana wilayah tersebut merupakan wilayah yang mengandalakan pariwisata, jadinya banya warga tidak punya pekerjaan.

Akibat hal tersebut LPD Desa Adat Kedongan membantu kerama desa adat dan nasabah dengan membagikan daging babi dan ayam sebanyak 10 ton, selain itu juga lembaga yang bergerak dibidang perkreditan desa tersebut membagikan beras sebanyak 29 ton terhadap.

Dua Guru Ditembak Mati, KKB Pelanggar HAM Sejati

Sementara itu Bendesa Adat Kedongan I Wayan Merta mengatakan konsep LPD ini lebih condong pada labda atau kemanfaatannya, bukan profitnya tapi benefitnya dalam menopang kehidupan adat budaya agama masyarakatnya. Senin (12/4)

“Pencapaian LPD Desa Adat Kedonganan tidak hanya lantaran jiwa tanggung jawab sosialnya kepada nasabah dan krama, baik krama wed (asli) maupun krama tamiu (pendatang), namun juga diakui tanggung jawab spiritual segenap pengurusnya dari dahulu,” jelasnya.

Para pengurus LPD saat, kata Merta, itu meupasaksi (berjanji, red) di Pura Dalem, apa isinya, kita tidak hanya bertanggung jawab kepada manusia, tapi juga kepada beliau, sehingga membuat kami tidak berani macem-macem.

KRI Bung Tomo-357 Latihan Dengan Kapal Perang Jepang

“Itu yang mensupport kita luar biasa, sehingga sesidan-sidan (sebisa mungkin), biar bagaimanapun berusaha agar bisa tetap survive,” tandasnya.

Ditempat yang sama Kepala LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra saat ditemui di sela-sela pembagian daging dan beras mengatakan tidak ingin desa adat termarjinalisasi. Dan budaya selalu dikatakan menghabiskan dana.

“Nasib desa adat dan budaya kedepan, kita menjadi termotivasi saya bersama jro bendesa dan prajuru lainnya membangun LPD. Tidak ingin adat ini termarjinalisasi, dan budaya selalu dikatakan menghabiskan dana, tapi dari LPD ini dapat membiayainya,” ujar I Ketut Madra.

WNA Asal Jerman Meninggal Di Fila Akibat Serangan Jantung

Hanya dengan LPD, lanjut Madra, Adat dan Budaya Bali ini akan kuat, itu yang saya yakini dan memotivasi. Tidak ada lembaga keuangan lain yang mampu seperti LPD. Mau tidak mau LPD ini harus dikuatkan, LPD harus berhasil.

“Dengan komitmen tersebut, tak heran masyarakat pun sepenuh hati mendukung, salah satunya tidak menarik dana di LPD untuk keperluan yang dirasa tidak terlalu penting di tengah pandemi ini. Hal tersebut sangat mendukung kondusifitas perputaran dana dikelola LPD,” ucapnya.

Madra juga mengatakan, dimasa pandemi ini sebagian besar usaha ekonomi kramanya di sektor atau berkaitan erat dengan sektor pariwisata yang terpuruk dan berdampak sangat luas, sehingga LPD harus memberikan keringanan bagi krama nasabahnya yang usahanya terdampak.

Rekruitmen Shopee Food Di Tangsel Timbulkan Macet Dan Kerumunan 

“Selama pandemi krama kita hanya menarik dana jika ada keperluan yang benar-benar penting saat Pandemi ini. Bahkan mereka bilang ‘ampure’ saat terpaksa menarik dana. Kalau di bank, orang kalau mau tarik dana mereka tidak peduli bagaimana kondisi bank,” ungkapnya

Madara menambahkan, pembagian daging ini untuk nasabah dan krama sendiri merupakan kegiatan rutin LPD Desa Adat Kedonganan serangkaian menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan setiap 6 bulan sekali ini untuk melestarikan tradisi “mepatung” di Desa Adat Kedonganan.

“Pembagian dagang dan beras berupa voucher senilai Rp 150 ribu Daging, Beras 10 Kg, bagi krama yang memiliki saldo simpanan berjangka sebesar Rp. 200 Juta sampai dengan kurang dari Rp 300 Juta.

Kemensos Di Lokasi Bencana Pastikan Para Korban Mendapatkan Kebutuhan

Untuk krama yang mempunyai saldo simpanan berjangka sebesar Rp. 300 Juta sampai dengan kurang dari 500 Juta mendapatkan voucher senilai sebanyak 200 ribu rupiah dan beras 10 kg

Dan voucher senilai Rp 250 Ribu Daging, Beras 10 Kg, bagi krama yang memiliki saldo simpanan berjangka sebesar Rp. 500 Juta ke atas dimana saldo tersebut wajib mengendap minimal 1 tahun.

Sedangkan bagi krama tamiu lanjut Madra, yang memiliki pengendapan tabungan sebesar di atas 10 Juta dan deposito di atas 50 Juta diberikan daging 3,5 Kg dan beras 10 kg. Total krama tamiu yang mendapatkan manfaat tersebut sebanyak 1.405 krama.

Update Penanggulangan Covid-19, Selasa, 13 April 2021

“Terkait bantuan tersebut dana yang dikeluarkan untuk pembagian senilai 677 juta rupiah lebih, dengan total daging babi dan ayam sebanyak 10 ton dan 29 tin beras, bersumber dari program menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan,” tutup Madra Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *