BONDOWOSO, Persindonesia – Perkumpulan Honorer Kategori 2 Indonesia (PHK2-I) Jufri,S.Pd kembali bersuara atas dugaan kecurangan yang terjadi pada rekruitmen tahap I 2019 di Bondowoso.
Jufri bahkan masih menyimpan data verval 2014 yang dikeluarkan Pemerintah Bondowoso yang merupakan bagian daripada Kejanggalan yang terjadi dalam rekruitmen di tahun 2019 tersebut.
Untuk diketahui rekrutmen pada tahun 2014, sebanyak 671 lebih honorer mendaftar pada formasi guru tanpa terkecuali mengikuti tes. Namun, dalam tes tersebut hanya 611 yang dinyatakan lulus dan sisanya adalah TMS.
Padahal untuk rekrutmen ada uji publik dan pemberkasan di BKD Bondowoso namun kenyataannya ada 4 orang yang TMS lolos dan lulus dalam rekruitmen tahun 2019.
Jufri yang merupakan ketua PHK2I Korda Bondowoso yang sudah klarifikasi ke BKD namun dibantah dan diabaikan, namun pada tahun 2021 menyampaikan kepada JPKPN Divisi Tim Monitoring & Investigasi, Nusul Bahri dengan memberikan bukti-bukti kecurangan.

Ternyata ada 4 orang yang bukan honorer K2. lolos dan lulus dari pemberkasan BKD, ini ada apa ? ungkap Jufri.
“Kenapa masalah ini saya bongkar lagi karena sampai saat ini honorer K2 bodong yang lulus 2019 masih santai-santai bekerja. Kelulusan mereka tidak dibatalkan pemerintah,” kata Jufri kepada awak media Persindonesia Jumat (16/4).
Ironisnya, sampai hari ini honorer TMS bodong itu enjoy-enjoy saja, bahkan seperti tidak ada masalah walaupun tidak memiliki SK Bupati dalam penerimaan insentif (TIM)






