Kabgor-Persindonesia.com,-Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk warga masyarakat Mulyonegoro dianggap mengecewakan, karena sebagian besar bantuan tersebut tidak layak konsumsi oleh Keluarga Penerima Manfaat KPM masyarakat Desa Mulyonegoro, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo,
Rabu (19/5/2021).
Seperti pantauan Persindonesia.com dilapangan dan sesuai disampaikan beberapa warga penerima BPNT di Dusun Pilomba mengatakan, bantuan untuk bulan Maret dan April itu sangat mengecewakan karena sebagian besar bantuan tersebut tidak dapat dikonsumsi.
“Kita terima dua bulan itu ada Kentang namun kecil seperti buah langsat dan 2 bak telur semuanya sudah busuk. Sedangkan buah Apel masih yang muda sebagian belum layak dimakan dan Beras yang berbau, ” kata warga yang tidak ingin namanya dipublikasikan.
Sementara itu, pihak penyalur E-warung, Kisman Rivai saat dikonfirmasi oleh Persindonesia.com mengatakan, pihaknya telah menerima informasi tersebut dan saat ini telah menyampaikan kepada seluruh warga penerima bantuan BPNT jika menerima bantuan yang tidak layak dikonsumsi agar segera mengembalikannya dan pihak sudah berkoordinasi dengan pihak fasilitator untuk dapat mengganti kerugian yang menyebabkan kekecewaan warga.
“Kita sudah sampaikan kepada warga penerima KPM dan telah berkomitmen ketika ada barang yang rusak siap untuk diganti, tapi kita juga butuh waktu, tidak langsung seketika barang itu ada,” kata Kisman dengan singkat.
Kepala Desa Mulyonegoro, Ramli Mayang, SH saat ditemui dikediamannya terkait dengan bantuan yang tidak layak dikonsumsi oleh masyarakatnya mengatakan, dirinya sangat kecewa kepada pihak penyalur E-warung yang telah memberikan bahan yang tidak layak dikonsumsi kepada warga masyarakatnya.
“Sebelumnya kita sudah menerima laporan dari beberapa warga masyarakat, dan setelah mengetahui adanya telur busuk, buah Apel masih lagi dan beras yang berbau, serta kentang kecil-kecil sebesar buah langsat, yang disalurkan oleh pihak E-Warung kepada masyarakat penerima manfaat. 2 bulan yang diterima, 2 bak telur yang sudah busuk dan itu diberikan kepada warga, sehingga ada beberapa warga melaporkan hal itu dan kita langsung melakukan pengecekan, dan ternyata memang betul adanya telur busuk sangat-sangat tidak layak dikonsumsi,” kata Ramli Mayang.
Tidak hanya itu, Ramli Mayang juga sempat emosi, dan meminta agen penyalur untuk tidak main-main dengan program bantuan Pemerintah yang memiliki tujuan memberikan tambahan Gizi bagi masyarakat kurang mampu di desanya, ia juga sangat kecewa setelah beberapa kali mengetahui bantuan pangan yang tidak dapat dikonsumsi oleh masyarakanya.
“Kita meminta agen penyalur agar memiliki tujuan yang sama untuk memberikan tambahan Gizi kepada masyarakat kurang mampu LPM. Didesa kita tercatat penerima BPNT dari empat Dusun yang ada, sebanyak 370 KPM, untuk itu kita berharap kepada pihak fasilitator maupun pihak e-warung sebagai penyalur BPNT agar benar-benar merasa bertanggung jawab dengan apa yang telah dibayarkan penerima bantuan, jangan sampai tidak dapat dikonsumsi, dan bila ada ditemukan untuk segera menggantikannya agar dapat dikomsumsi oleh Penerima KPM, ” tutup Ramli Mayang, SH kepada Persindonesia.com belum lama ini.
(ABM)






