Persindonesia.com Jembrana – Diindikasikan melebihi kapasitas, naas Kapal KMP Yunicee tenggelam di selat bali, saat hendak nyandar di Pelabuhan Gilimanuk. Diketahui data terakhir yang didapat total keseluruhan penumpang yang berhasil dievakuasi sebanyak 57 orang, 16 orang ABK dan 41 orang penumpang.
Akan tetapi masih banyak penumpang yang selamat kehilangan anggota keluarganya sehingga data penumpang yang di dapat sebanyak 59 orang dimana penumpang yang mininggal 6 orang. Untuk jumlah kendaraan sebanyak 40 unit diantaranya 17 unit Pick up, 18 unit truk sedang, 2 unit mobil pribadi dan 3 unit sepeda motor.
Workshop Kurikulum SMK PGRI 1 Badung(SKARISBA)
Gubernur Bali I Wayan Koster didampingi Kapolda Bali dan Bupati Jembrana serta Forkopimda Kabupaten Jembrana saat memantau perkembangan evakuasi korban KMP Yunicee mengatakan, pihaknya memastikan dulu penumpang yang ada didalam kapal tersebut.
“Sampai saat ini dari data yang diperoleh sebanyak 41 manifies dan 16 abk jadinya keseluruhan penumpang KMP Yunicee sebanyak 57 penumpang, yang sudah ditemukan dari data semetara totalnya 59 ditemukan , meninggal 6 dan 53 selamat,” ungkapnya.
Sementara sebanyak 9 orang, lanjut Koster, dievakusi ke Pelabuhan Gilimanuk dan yang lainnya ke Pelabuhan Ketapang, akan tetapi proses pencarian masih berlanjut yang dilakukan Tim Basarnas di back up AL dan Kepolisian.
“Jadi saya sudah bicara juga, supaya terus dilakukan pencarian sampai ditemukan penumpang Yunicee yang terjebak didalam kapal tersebut yang selamat maupun korban yang belum ditemukan,” jelasnya
Dari data yang ada, ucap Koster, memang kelihatan ada selisih antara yang tercatat dengan jumlah yang ditemukan, jadi artinya beda jumlah yang masuk manifies data yang sesungguhnya, yang meninggal ini ada 6 orang dimana 5 lima orang sudah terindentifikasi dan 1 orang belum.
“Semua korban meninggal sudah dibawa ke RSU Negara yang dipimpin oleh bapak bupati Jembrana, kami berterima kasih kepada bapak bupati dan timnya sudah melakukan upaya cepat membawa jenazahnya ke rumah sakit, agar keluarganya bisa menengok ke RSU Negara,” ucapnya.
TNI AL Gelar Vaksinasi Gratis Di Muara Angke Jakarta Utara
Untuk evaluasi kedepan, terkait masa kapal yang beroperasi, Gubernur Koster akan menugaskan dinas perhubungan dan pihak terkait untuk mengkaji permasalahan ini, untuk sumber masalahannya sehingga kedepan bisa dilakukan perbaikan kebijakan didalam transformasi di laut.
“Terkait indikasi kelebihan muatan, sepertinya memang ada kelebihan muatan, dikarenakan ada orang meninggal dari Karangasem 1 keluarga belum ditemukan, dan juga yang dari Loloan selamat dari musibah 1 keluarga juga sampai sekarang belum ditemukan,” terangnya.
Lebih jelasnya Koster mengatakan, sedangkan ini sudah 59 korbannya yang belum ketemu masih ada, ini indikasi kelebihan muatan memang ada, sebenarnya penumpang menurut manifies awal 57 orang akan tetapi ditemukan 59 orang hal ini perlu verifikasi lagi.
“Tadi saya sudah menginformasikan kepada pihak jasa raharja dari pihak jasa raharja memberikan santunan kematian sebesar 50 juta dan penumpang yang luka-luka juga mendapatkan santunan juga,” tutupnya. (sub)






